MUHAMMAD RUSLI/KENDARI POS
EKONOMI MASYARAKAT : Sejak 2017 hingga tahun 2020, angka kemiskinan di Kolut berkurang lima persen dan kini tersisa 12 persen warga yang masuk kategori tersebut. Tampak warga Kolut yang bekerja pada sektor pertanian hendak menjual hasil tanamannya.

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara (Kolut) mengklaim, angka kemiskinan di daerah itu menurun dalam tiga tahun terakhir. Itu disampaikan berdasarkan fakta dan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 lalu.

Bupati Kolut, Nur Rahman Umar, menjelaskan, diawal pemerintahannya pada Agustus 2017, angka kemiskinan mencapai 17 persen. Hingga tahun 2020, ia mengklaim berhasil memangkas kurang lebih lima persen dan kini tersisa 12 persen warga yang berkategori miskin.

“Ini data dan fakta yang dirilis BPS,” tegas Nur Rahman, Jumat (15/10). Dari data tersebut, Nur Rahman berpandangan jika dalam kurun waktu kurang lebih tiga tahun Kolut di bawah kendalinya, terjadi peningkatan pembangunan dari sektor ekonomi masyarakat. Belum lagi dengan penerapan program revitalisasi kakao yang secara tidak langsung akan menjadi lumbung penghasilan mayoritas masyarakat. “Sekarang ini kita sudah menikmati hasil panennya (kakao),” bangga Nur Rahman.

Bukan hanya dari sektor pertanian, namun yang dapat mendorong peningkatan ekonomi juga dari aspek pertambangan. Bidang itu menjadi lahan pencarian masyarakat Kolut di wilayah elatan dan utara Lasusua. Meski angka kemiskinan di Kolut masih tergolong tinggi dibanding daerah lain, namun Nur Rahman mengaku, income per kapita warganya juga tinggi. Gaya hidup masyarakat, berbeda dengan daerah lain. “Semiskin-miskinnya warga Kolut, namun punya kendaraan, mampu kuliahkan anak-anaknya, bepergian ke mana-mana dan lain-lain,” pungkas Kolut-1 itu. (b/rus)