–Gubernur Sultra Ali Mazi Kehilangan Dua Sosok Berpengaruh Dalam Hidup
–Sabar dan Ikhlas Menghadapi Ujian Kehilangan Orang Tercinta


KENDARIPOS.CO.ID — Tahun 2021 menjadi tahun terberat bagi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi. Gubernur Sultra dua periode itu dirundung duka bertubi-tubi. 13 Juli lalu, istri Gubernur Ali Mazi, Agista Ariany wafat. Tiga bulan berselang, ibunda tercintanya Hj.Wa Nazia binti La Umara wafat, 7 Oktober. Ali Mazi kehilangan dua sosok wanita berpengaruh dalam hidupnya.

Mendiang sang istri dan ibunda merupakan pelita hati sang gubernur. Dua sosok wanita itu yang mendampingi Ali Mazi menunaikan tugas-tugas pemerintahan dan menjadi pelipur laranya kala mendapat ujian selama bertugas. Sungguh ini masa terberat bagi seorang Ali Mazi, namun dia tetap tegar dalam rasa ikhlasnya.

Gubernur Sultra Ali Mazi (dua dari kiri) menggelar takziah hari ketiga berpulangnya ibunda Hj.Wa Nazia ke Sang Pencipta, Allah SWT. Turut hadir Bupati Buton La Bakry (kiri) dan Wali Kota Baubau AS Tamrin (tiga dari kanan) di kediaman mendiang Hj.Wa Nazia di Pasarwajo, Kabupaten Buton, Minggu (10/10). Foto: DISKOMINFO SULTRA FOR KENDARI POS

Minggu kemarin, Gubernur Ali Mazi, menggelar takziah hari ketiga berpulangnya ibunda Hj.Wa Nazia ke Sang Pencipta, Allah SWT. Turut hadir Bupati Buton La Bakry, Wali Kota Baubau AS Tamrin dan pejabat Forkompimda di kediaman mendiang Hj.Wa Nazia di Pasarwajo, Kabupaten Buton, Minggu (10/10). Takziah juga digelar di kediaman almarhumah di Kota Kendari, yang dihadiri oleh Sekda Provinsi Sultra Nur Endang Abbas dan sejumlah kepala OPD.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengungkapkan, sebagai orang yang beriman, tentu harus sabar dan ikhlas menghadapi setiap ujian di dunia yang fana ini, termasuk ujian dalam kehilangan orang-orang yang sangat dicintai. Sebagai anak tertua dari tujuh bersaudara, Ali Mazi sangat mengetahui dan merasakan perjuangan almarhumah ibunya, Hj. Wa Nazia membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

“Dengan segala keterbatasan pada saat itu, peran luar biasa ibunda saya yang hanya dengan keyakinan terhadap kebesaran Allah SWT, melalui doa-doa dan zikir yang selalu dipanjatkan pada setiap salatnya, demi kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan anak-anak dan cucu-cucunya,” ujar orang nomor satu di Bumi Anoa itu.

Diakui Gubernur Ali Mazi, sang ibu adalah salah satu pendorong dan motivator utama baginya untuk selalu kuat dan sabar menghadapi berbagai persoalan hidup dan kehidupan setelah ditinggal wafat ayahnya. “Saya meminta permohonan maaf atas segala dosa dan kesalahan dari almarhumah selama hidupnya, serta mengharapkan doa dari masyarakat Pasarwajo dan Sultra,” pintanya.

Dalam momen itu, Gubernur Ali Mazi menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, termasuk tim dokter dan paramedis yang telah membantu almarhumah menjalani perawatan. “Terima kasih kepada jajaran Pemkab Buton dan Pemkot Baubau bersama masyarakat yang telah membantu sampai selesainya prosesi pemakaman almarhumah di tempat peristirahatan terakhir,” tambah Gubernur Ali Mazi.

Secara khusus, Gubernur Ali menyampaikan terima kasih kepada Wakil Gubernur Lukman Abunawas, Kapolda Sultra Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya, Danrem 143 Halu Oleo Brigjen TNI Jannie Aldrin Siahaan, dan pribadi mantan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mantan Rektor UHO Prof. Mahmud Hamundu, dan Rektor UHO Prof. Muh. Zamrun Firihu. (rah/c)