ELYN IPO/KENDARI POS
JUAL BELI JABATAN : Bupati Buton, La Bakry (keempat dari kanan) bersama Wakilnya, Iis Elianti (ketiga dari kanan) usai pelantikan sejumlah kepala SD dan SMP di Pasarwajo, kemarin.

–La Bakry : Kalau Benar, Kembalikan Uangnya !
KENDARIPOS.CO.ID– Bupati Buton, La Bakry murka. Wajahnya memerah, suaranya meninggi saat memberi pengarahan dalam pelantikan sejumlah kepala sekolah (Kasek) tingkat SD dan SMP di Kabupaten Buton, Selasa (12/10). Pemicunya, Ia mengendus adanya praktik komersialisasi jabatan pada level pimpinan sekolah tersebut.

Di depan umum, La Bakry, bahkan menayakan persatu-persatu jajarannya, siapa yang berani meminta sejumlah uang demi menjanjikan jabatan Kasek pada guru. Ia bertanya pada Sekab, La Ode Zilfal Djafar, Wabup, Iis Elianti, dan jajaran petinggi di Dinas Pendidikan yang turut hadir dalam seremoni itu.

“Sebenarnya saya juga tidak mau percaya begitu saja. Tapi yang beri tahu saya, kepala sekolah langsung. Ada yang menyetor Rp 15 juta, ada juga sampai Rp 20 juta. Kalau sampai benar adanya, saya akan suruh kembalikan uangnya,” ancam La Bakry. Bupati mengaku sangat geram. Sebab, sudah sembilan tahun menjabat baik sebagai wakil bupati maupun bupati Buton, Ia merasa tidak pernah meminta 1 rupiah pun untuk sebuah jabatan. “Jangankan kepala sekolah, eselon II pun saya tidak pernah minta,” lanjutnya.

Buton-1 terseut khawatir jika isu jual beli jabatan kepala sekolah merebak, maka masyarakat akan berasumsi bahwa itu adalah perintah bupati. “Saya tahu pasti tidak akan ngaku kalau saya tanya di sini. Tapi boleh datang ke saya secara sembunyi-sembunyi, dan saya jamin akan melindungi, kita cari tahu sama-sama jangan dibiarkan kalau memang ada,” bijaknya.

Menurut La Bakry, jabatan kepala sekolah sebenarnya hanya tugas tambahan. Makanya sangat aneh jika ada yang rela membayar demi mendapatkan tugas tambahan itu.”Kalau sudah mau membayar itu artinya niat membangun pendidikan di Buton ini tidak murni. Justru kalau ada jabatan berarti tanggung jawabnya lebih besar, kenapa malah dikejar-kejar sampai harus bayar,” tuturnya. Suami Delya Montolalu ini mengancam tidak akan berpikir dua kali untuk memberikan sanksi tegas pada mereka yang terbukti “bermain” dengan jabatannya. “Yang baru dilantik ini, selamat bertugas, kalau ada yang main-main, kita lihat saja, saya akan tindak tegas, siapapun dia,” ancamnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buton, Harmin, mengatakan, pengangkatan Kepsek sudah sesuai mekanisme. Mereka yang dilantik telah memenuhi persyaratan seperti yang termuat dalam Permendikbud nomor 6 tahun 2018. “Komponen utama itu harus minimal S1, punya sertifikat pendidik dan berpangkat IIIC, dan itu sudah dipenuhi,” terangnya.

Ia ikut berpesan kepada 51 Kasek yang dilantik kemarin, agar mengemban visi sebagai sekolah penggerak. Dikatakannya, pada 2020 lalu ada 11 sekolah di Buton yang sudah ditetapkan sebagai sekolah penggerak. “Inilah tugas kasek yang sekarang, membangun sekolahnya,” tandas Harmin. (b/lyn)