Rahma/Kendari Pos
Kepala SD Negeri 11 Kendari, Hendriaty Silondae, S.Pd., memantau siswa saat pelaksanaan simulasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).


-Optimalkan Asesmen, Dikmudora Helat Simulasi Akhir

KENDARIPOS.CO.ID– Dalam upaya mematangkan persiapan Asesmen Nasional Berbasis Komputer  (ANBK) di Kota Kendari, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dikmudora)   melakukan  simulasi terakhir ANBK mulai tanggal 25 Oktober hingga 4 November 2021. Simulasi ini diikuti 3034 siswa yang terbagi dalam empat gelombang, dimana masing-masing gelombang dilaksanakan selama dua hari.

“Ini merupakan  simulasi terakhir yang kita laksanakan. Dalam pelaksanaannya, alhamdulillah sejauh ini tak ada kendala yang ditemui. Hanya saat simulasi ANBK tahap pertama server kita sempat down tetapi setelahnya semua kembali berjalan lancar, ” ungkap Makmur, S.Pd., M.Pd., saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/10).

Dia pun menjelaskan dalam pelaksanaan ANBK, sekolah-sekolah di Kota Kendari dikelompokkan dalam tiga, yakni sekolah mandiri artinya ANBK diselenggarakan sendiri tanpa ada sekolah yang menggabung. Kemudian ada  sekolah mandiri dan menggabung yang berarti ada sekolah yang menggabung di sekolah mandiri. Selanjutnya sekolah menggabung, sekolah ini tidak memiliki perangkat dan jaringan.

“Pengelompokan ini dilakukan  karena ada beberapa sekolah yang terkendala perangkat komputer dan jaringan. Makanya ada sekolah yang kita gabung dengan sekolah yang fasilitasnya baik perangkat maupun jaringan lengkap. Ini agar para siswa bisa tetap mengikuti ANBK dengan lancar tanpa kendala, ” beber Makmur.

ANBK ini penting bagi para siswa dan sekolah sebab dilaksanakan dengan tujuan  pemetaan hasil pendidikan yang didalamnya ada survei karakter sekaligus survei lingkungan belajar. Untuk survei lingkungan  belajar, bukan saja diikuti oleh para siswa tetapi guru dan orang tua siswa. Tujuannya akhirnya adalah pemetaan kualitas dan mutu pendidikan.

“Ini program baru di 2021 dan harus kita sukseskan. Semoga dalam hari H pelaksanaan nanti, ANBK bisa berjalan dengan lancar dan tanpa kendala apapun. Kalaupun kelak ditemui kendala, harapan kita agar operator sekolah bisa menghendel persoalan yang sifatnya tehnis dan bisa langsung diselesaikan disekolah, ” tutup Ketua PGRI Kota Kendari ini.

Ditemui terpisah, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Dikmudora Kendari, Iran mengatakan pelaksanaan simulasi kali ini sebanyak empat gelombang, dimana gelombang pertama pada 25 sampai 26 Oktober, gelombang kedua 27 sampai 28 Oktober, gelombang ketiga 1 sampai 2 November dan gelombang ke empat 3 sampai 4 November.
“Ini diikuti oleh  3034 siswa yang dipilih berdasarkan  sistem sampling  dari 123 SD se Kota Kendari. Padahal harusnya terdapat 127 SD se Kota Kendari, namun ada empat sekolah lainya  yang tidak berpasrtisipasi sebab  merupakan sekolah baru yang belum sampai Kelas V. Sementara peserta ANBK harus siswa kelas V SD, “kata Iran.

Peserta yang mengikuti simulasi, lanjut Iran merupakan siswa pilihan dari masing-masing sekolah. Usai simulasi mereka bakal mengikuti ANBK secara nasional pada 15 November mendatang. Mereka dikelompokkan dalam empat gelombang. Disetiap gelombang siswa akan melaksanakan asesmen selama dua hari dimana hari pertama ada literasi dan survei karakter. Kemudian dihari kedua ada numerasi dan survei lingkungan belajar.

“Gelombang pertama pada 15-16 November, gelombang kedua 17-18 November, gelombang tiga 22-23 November dan gelombang empat 24-25 November, “jelasnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri 11 Kendari, Hendriaty Silondae,S.Pd mengatakan saat ini pihaknya juga tengah berpartisipasi melaksanakan simulasi akhir ANBK. Dimana seluruh siswa kelas V disekolah yang dipimpinnya ikut dalam ANBK.
” Karena siswa kita yang kelas V hanya 25 orang, sehingga seluruhnya wajib mengikuti ANBK,” tuturnya.

Meski terkendala kurangnya prasarana (leptop) bagi para siswa, namun pelaksanaan simulasi ANBK berjalan lancar, dengan sistem pembagian sesi dari sekolah. Dimana perharinya dibagi dua sesi agar mereka bisa saling bergantian komputer.

“Harapan saya semoga ANBK berjalan lancar dan para siswa  kedepanya lebih meningkat pengetahuan, bahkan  di bidang IT anak-anak tidak lagi canggung dan wawasan mereka juga bisa semakin bertambah, “harapnya.

Sebagai informasi peserta ANBK masing-masing sekolah diwakili oleh 35 siswa. Dimana 30 siswa utama dan 5 siswa cadangan. Sementara sekolah yang siswanya kurang dari 30, maka seluruh siswa kelas V  dapat mengikuti ANBK. (rah/b)