KENDARIPOS.CO.ID — Penyalahgunaan narkotika masih menjadi ancaman serius di Sultra khususnya Kendari. Berdasarkan catatan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, kasus yang mendominasi adalah penyalahgunaan barang haram tersebut.

Kepala Lapas Kelas II A Kendari, Abdul Samad mengatakan untuk total warga binaan pemasyarakatan di Lapas Kendari mencapai 644 orang. Jumlah tersebut telah melebihi kapasitas Lapas yang hanya menampung 404 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)

Drs Abdul Samad Dama

“Tahanan yang paling banyak yaitu kasus narkoba jumlahnya kurang lebih 337 warga binaan. Untuk daya tampung lapas Kelas II A Kendari hanya 404 orang, tapi kondisinya melebihi kapasitas, jumlah WBP sekarang 644 orang,” bebernya kemarin.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sultra, H. Muslim mengungkapkan WBP kasus peredaran gelap narkoba yang menghuni lembaga pemasyarakatan di Sultra cukup tinggi. Saat ini, tercatat ada sekitar 700 WBP di Sultra yang tersandung kasus narkoba.

“Banyak yang bebas, tapi lebih banyak yang masuk. Ditambah, WBP kasus narkoba sulit mendapatkan remisi atau pengurangan masa hukuman. Dalam PP nomor 99, WBP kasus narkoba tetap ada peluang resmi tapi persyaratannya ketat,” ujarnya.

Saat ini, Sultra membutuhkan lapas baru untuk WBP kasus narkoba agar mudah dilakukan pembinaan. Kehadiran lapas baru ini secara otomatis akan menanggulangi over kapasitas. Apalagi perkembangan napi narkoba rata-rata meningkat dari tahun ke tahun.

“Pencanangan Lapas baru bukan baru sekarang, namun sejak lama. Lokasinya sudah ada. Di Kendari, lokasinya di Nanga-nanga. Cuman permasalahannya di anggaran yang tiap tahun selalu diusulkan secara terus-menerus. Belum ada anggaran dari pusat. Apalagi di tengah pandemi covid-19,” tutupnya. (c/ndi)