KENDARIPOS.CO.ID -- Dalam catatan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka Utara (Kolut), luasan lahan persawahan produktif saat ini mencapai 2.000 hektare. Dalam sekali panen, daerah tersebut diklaim mampu menghasilkan gabah padi lebih dari 12 ribu ton. 

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolut, Syamsul Ridjal, merinci, sawah petani dalam sekali panen mampu menghasilkan rata-rata enam ton gabah setiap hektare. Maka jika ada 2.000 hektare sawah yang digarap, total bisa menghasilkan 12 ribu ton. "Ada yang panen sekali, dan juga dua kali setahun," ujar Syamsul Ridjal, kemarin. 
	
Untuk petani yang panen dua kali, sambung Samsul Ridjal, berlaku pada sawah yang menggunakan irigasi teknis, seperti di Kecamatan Wawo dan Ranteangin. Sementara sekali panen karena pengairannya masih bergantung pada pasokan air hujan. "Kerusakan Bendung Ranteangin, tidak berpengaruh dengan hasil panen," tutupnya.
	
Sementara itu dari data BPS Kolut, hasil gabah tahun 2018-2019 memang mengalami peningkatan, namun dalam hitungan produksi beras, menyusut. Terjadi penurunan kualitas padi dalam dua tahun berjalan. Sebagai gambaran, data BPS menyebutkan, luas panen tahun 2018 mencakup 1.698 hektare dengan tingkat produksi 6.548 ton gabah atau 4.174 ton beras. 

Sementara pada 2019 luas lahan 1.623 hektare, memproduksi 6.765 ton gabah atau 3.865 ton beras. Pada 2020, luas panen tercatat 1.495 hektare dengan angka produksi gabah 6.638 ton atau 3.793 ton beras. Di tahun ini memeerlihatkan, selain luas lahan panen, produksi gabah dan beras akan mengalami penurunan. Kebutuhan beras per kapita seberat 188,65 kilogram per tahun dengan jumlah penduduk Kolut 2020 sebanyak 150.831 jiwa. (b/rus)