Warga Tagih Janji Perbaikan Poros Ambaipua-Angata-Lambuya

KAMALUDDIN/KENDARI POS
MENAGIH JANJI : Beberapa titik jalan dari Kecamatan Landono, Angata hingga Motaha diblokade sementara oleh warga. Mereka menuntut anggota DPRD Provinsi yang pernah berjanji untuk merealisasikan komitmen dalam mengawal perbaikan akses transportasi tersebut.

KENDARIPOS.CO.ID– Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam Forum Pemerhati Infrastruktur Sulawesi Tenggara (FPI-Sultra) melakukan aksi menuntut janji pemerintah terkait pembenahan jalan di wilayah Konawe Selatan (Konsel). Beberapa titik jalan dari Desa Wonua, Kecamatan Landono, Angata hingga Motaha diblokade sementara oleh warga. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan.

Kendaraan roda dua dan beberapa mobil mini bus dapat lolos. Sementara truk bermuatan berat yang hendak melintas di jalan tersebut, dicegat, karena dianggap sebagai pemicu utama rusaknya jalan di poros tersebut.

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Asgar Obhy, mendesak Pemprov untuk segera merealisasikan rencana perbaikan ruas jalan yang rusak parah itu. Massa juga menagih janji para Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Suwandi Andi dari PAN, Rahman Rahim anggota Fraksi Golkar dan Sudirman dari PKS terkait rencana perbaikan jalan poros Angata tahun 2020 lalu.

“Tahun lalu mereka sudah pernah turun dan berjanji pada masyarakat jika jalan rusak ini segera diperbaiki. Tetapi sampai sekarang belum pernah direalisasikan, yang ada hanya janji terus,” teriak Asgar Obhy, di simpang jalan Motaha, kemarin.

Pihaknya mengancam akan melakukan blokade beberapa ruas jalan Provinsi yang rusak parah tersebut. “Jika tuntutan kami tak kunjung disahuti, maka anggota DPRD Provinsi yang pernah menggaransikan perbaikan jalan ini, agar mundur saja dari jabatannya. Kami juga tidak akan bubar sampai ada titik terang dari pihak terkait,” tegasnya.

Jika aspirasi perbaikan jalan sudah disahuti, masyarakat meminta agar penimbunan jalan tidak boleh lagi menggunakan material kelas C, melainkan kategori B yang dipadatkan menggunakan vibro ditambah aspal cair agar dapat bertahan lama.

“Kalau tidak begini, masalah jalan ini tak akan pernah selesai. Sudah cukup lama warga tersiksa dengan kondisi jalan berlubang,” keluhnya. Camat Angata, Hasran Parenda beserta aparat Polsek turun langsung mengawal jalannya aksi agar tetap berjalan aman dan kondusif. “Sampai sore ini demonstrasi masih berlangsung. Kami selaku pemerintah bersama keamanan berusaha menjaga situasi agar tetap kondusif,” kata Hasran Parenda. (c/kam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *