Warga Minta Ganti Rugi Tanaman

Adi Catur

KENDARIPOS.CO.ID– Kasus dugaan penyerobotan lahan warga di Kelurahan Teomokole, Pulau Kabena, Bombana yang disinyalir dilakukan perusahaan pertambangan berbendera, PT. Trias Jaya Agung masih bergulir. Adi Catur, warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Adi menyebut telah menggandeng pengacara untuk menangani persoalan ini.

Sebab upaya Adi, meminta bantuan pemerintah setempat, menemui jalan buntu. Ia menyayangkan pernyataan Sekretaris Kabupaten Bombana Man Arfah yang memilih tak mengurusi persoalan itu. Bahkan, Pemerintah Kecamatan Kabaena, kata Adi, tak membantu menyelesaikan persoalan warga yang lahannya diserobot dan dibangunkan jalan selebar 15 meter, tanpa izin pemilik.

“Kalau perusahaan beralibi, lahan dipakai membangun jalan usaha tani dan menyambung sumber air bersih. Tentu itu, kurang tepat, karena lebar jalan 15 meter. Bahkan, mereka telah mendatangkan pipa dengan lebar dua inci. Selain itu, kalau membangun jalan usaha tani, harus melibatkan semua unsur, seperti Polsek dan pemerintah setempat. Sehingga diketahui bersama,” katanya.

Adi mengaku tak menyoalkan, lahan itu dimanfaatkan untuk apapun, bila perusahaan melakukan sosialisasi. Termasuk memberikan hak pemilik lahan. “Tapi, kita yang sebagai pemilik lahan, malah kaget, saat lahan tiba-tiba jadi jalan hoaling,” ungkapnya.

Padahal permintaan warga, kata dia, sangat sederhana. Yaitu, mengganti rugi tanaman yang tumbuh di lahan warga, yang telah ditebang dengan nilai yang layak. Karena sudah tiga pekan, tak ada itikad baik dari perusahaan, ia akan menempuh jalur pidana pengrusakan lahan.
Sementara itu, Humas PT. Trias Jaya Agung Ahmad Yani belum memberikan respon saat dihubungi.
(dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *