KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir menyerukan kepada seluruh warga metro untuk tetap menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Itu penting dilakukan agar kondisi wilayah tetap kondusif, aman dan tentram. Ajakan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Taman Pemuda dan Mahasiswa Tolaki (Tamalaki) Sultra.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (tengah) memberi arahan proyek revitalisasi Taman Kota (Tamkot) Kendari atau Taman Kalosara.

Baginya, Tamalaki merupakan elemen penting daerah. Untuk itulah, ia menitip pesar agar Tamalaki menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta mendukung program pembangunan di Kota Lulo. “Kami apresiasi dengan hadirnya anak-anak muda. Mari kita bersama-sama menggalakan pembangunan di daerah ini. Saya yakin sinergi yang terbangun akan membawa daerah ini menjadi lebih baik kedepannya,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota bersama Tamalaki berkesempatan membahas rencana pembangunan Taman Kalosara. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun berharap Tamalaki dapat mengawal proses pembangunannya agar berjalan lancar dan tak menemui kendala yang berarti.

Wali Kota Kendari H. Sulkarnain Kadir

“Ide Taman Kalosara sudah melalui pertimbangan para tokoh adat, tokoh masyarakat, sejarawan (akademisi), termasuk masukan dari masyarakat khususnya adik-adik kita yang tergabung dalam Tamalaki Sultra. Kita akan rampung pada tahun 2022,” kata Sulkarnain Kadir.

“Mudah-mudahan hadirnya Tugu Kalosara sebagaimana maknanya yakni mempersatukan, bisa benar-benar secara filosofis dan implementatif menjadi pemersatu bagi masyarakat kita di Kota Kendari. Sebab, taman kota Kendari ini akan dikembangkan menjadi tempat aktifitas sosial masyarakat,olahraga bahkan ekonomi,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum (Ketum) Tamalaki Sultra, Alfian Perdana Saputra Annas menyambut baik rencana Pemkot Kendari yang ingin membangun Taman Kalosara. Menurutnya, rencana tersebut sangat baik karena bisa menjadi wadah bagi masyarakat dalam berinteraksi sosial, menjalin kekerabatan dan persaudaraan. “Pembangunan Taman tersebut bisa menjadi simbol serta objek wisata lintas budaya di Kota Kendari,” kata Alfian. (b/ags)