Ditarget Rampung Tahun Depan, Usung Konsep One Stop Service
KENDARIPOS.CO.ID– Pembangunan Balai Kota Kendari terus dikebut Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir. Kini progresnya sudah mencapai sekira 60 persen. Megaproyek yang menelan anggaran sekira Rp250 miliar itu diprediksi rampung tahun depan. Kehadirannya diharapkan bisa meningkat pelayanan kepada masyarakat

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengawal progres pembangunan balai kota. Beberapa kali dia bersama jajarannya terlihat turun lapangan memantau perkembangan konstruksi balai kota. Sesampainya dilokasi, ia mengaku takjub melihat progres item pekerjaan yang masih tetap berjalan sesuai target meskipun masih di tengah pandemi Covid-19. “Kita patut bersyurkur, pembangunannya masih berlanjut. Tahun kemarin (tahun lalu) sempat terhenti karena anggarannya mengalami refocusing,” kata Sulkarnain Kadir, kemarin.

Lanjut dia, saat ini tiga gedung balai kota sudah dikerjakan bersamaan. Adapun progresnya area parkir dan gedung podium sudah mencapai 80 persen. Sementara tower (menara) baru dimulai pengerjaannya. “Untuk podium semua sudah rampung. Tinggal finishing. Kalau towernya sudah sementara bergerak (dibangun),” kata Sulkarnain.

Sulkarnain menjelaskan, menara balai kota nanti bakal difungsikan sebagai ruang beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pelayanan dan non pelayanan, ruang kesekretariatan dan ruang pandang. “Dari sisi ini (tower) kita bisa saksikan keindahan Kota Kendari. Mudah yakin tahun depan towernya sudah rampung dan bisa kita gunakan,” ungkapnya.

Selain tower, pihaknya juga tengah mengebut pengerjaan area parkir dan gedung podium. Kedua bangunan itu progresnya sudah mencapai 80 persen. Khusus area parkir, gedungnya sudah dibangun tiga lantai. Dua lantai basement dengan kapasitas (daya tampung) sebanyak 207 unit kendaraan roda empat dan 1 lantai dasar untuk area perpustakaan sekaligus parkiran komersil dengan kapasitas 18 roda empat dan 677 unit kendaraan roda dua. “Daya tampungnya (Area Parkir) cukup untuk menampung seluruh kendaraan yang selama ini menggunakan bahu jalan,” kata Sulkarnain Kadir.

Sementara untuk gedung podium, lanjut dia, bakal diperuntukkan sebagai mal pelayanan publik yang mengusung konsep One Stop Service. Maksudnya, masyarakat yang hendak mengurus administrsi, seperti administrasi kependudukan (Adminduk) maupun perizinan cukup datang disatu titik itu (mall pelayanan).

“Nanti di sana masyarakat bisa urus e-KTP, izin usaha, PBB (Pajak Bumi dan Bangunan), bisa ngurus SIM (Surat Izin Mengemudi), kita juga minta BPN (Badan Pertanahan Negara) buka counter disana untuk pelayanan pembuatan sertipikat tanah, sehingga orang bisa datang satu titik,” kata Sulkarnain Kadir.

“Intinya masyarakat bisa memenuhi kebutuhan administrasinya terkait dengan pemerintahan, bahkan kami juga sudah bicara dengan imigrasi untuk nanti membuka layanan pembuatan Pasport. Khusus area parkir dan gedung podium itu bisa kita gunakan awal tahun depan (2022),” pungkasnya.

Sekedar informasi pembangunan balai kota Kendari sudah dimulai sejak 2019 lalu. Pemkot telah menganggarkan sekira Rp250 miliar. Pembiayaannya secara multi years terbagi dalam III tahap. Tahap I (2019) meliputi pembangunan gedung parkir dan podium. Anggarannya sebesar Rp57 miliar. Tahap II (2020) meliputi perampungan interior dan telah dianggarkan sebesar Rp60 miliar. Akan tetapi, akibat refocusing anggaran akibat covid-19, pembangunan tahap II dialihkan pada 2021 dan telah dianggarkan sebesar Rp80 miliar.

Adapun sisanya sekira Rp133 miliar masuk dalam pembangunan tahap III (2022). Item pekerjaannya meliputi pembangunan tower balai kota setinggi 9 lantai yang akan dijadikan sebagai ruang pelayanan publik, ruang kerja OPD yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana modern dan service area. (ags/b)