Menjaga Siswa dari Intaian Covid

KENDARIPOS.CO.ID — Pembelajaran secara tatap muka (PTM) di sekolah sudah dilaksanakan sejak Senin. Seluruh satuan pendidikan di Kota Lulo mulai dari TK, SD, hingga SMP secara serentak memulai aktivitas belajar secara langsung di sekolah. Meski begitu, pelaksnaannya masih terbatas. Setiap sekolah maksimal hanya diisi sekira 200 murid. Sisanya masih harus belajar secara daring (online) dari rumah.

Kendati telah memberi restu pelaksanaan PTM, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir tetap memastikan dengan PTM berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Hal itu dilakukan untuk melindungi dan menjaga para pelajar dari intaian dan risiko penularan Covid-19.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (kanan) didampingi Kadis Dikmudora Kota Kendari, Makmur (dua dari kiri) memantau pelaksanaan PTM terbatas di SMP Negeri 9 Kendari.

“Pelaksanaan belajar secara tatap muka merupakan hasil rembuk antara pemerintah, stakeholder terkait dan para orang tua murid. Animo mereka cukup tinggi untuk PTM, karena sudah tiga semester anak-anak kita belajar secara daring (online). Ini merupakan buah dari kerinduan yang tertahan,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, kemarin.

Meski telah mengizinkan penyelenggaraannya (PTM), Wali Kota Kendari Sulkarnain mengimbau seluruh warga sekolah mulai dari murid/pelajar, guru kelas, dan tenaga kependidikan untuk tetap menerapkan dan mematuhi prokes secara ketat seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (Physical Distancing).

“Pelaksanaannya cukup baik, saya minta untuk tetap diperhatikan protokol kesehatannya. Mudah-mudahan kedepan penyelenggaran bisa berjalan lancar dan anak-anak kita tetap terlindungi (dari risiko penularan Covid-19,red),” kata Sulkarnain Kadir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur mengaku siap mengawal pelaksanaan PTM ini. Ia memastikan pelaksanaan PTM tetap menerapkan prokes ketat. Sebagai bentuk perlindungan, pihaknya membatasi pelaksanaan PTM dengan mengklasifikasikan sekolah ke dalam tiga bagian. Yakni sekolah kecil, sedang, dan sekolah besar.

“Kami targetkan setiap sekolah dalam sehari itu tidak lebih dari 200 siswa yang belajar tatap muka. Selebihnya harus belajar secara daring (Online) dari rumah. Karena pembukaan sekolah saat ini sifatnya masih terbatas,” kata Makmur.

Pembukaan sekolah dan izin PTM tak lepas dari tingginya kesadaran warga sekolah untuk berpartisipasi menyukseskan program vaksinasi. Saat ini seluruh guru sekira 4.576 orang di Kota Kendari sudah menerima vaksin. Bukan hanya guru, kata Makmur, beberapa pelajar yang sudah berusia 12 tahun ke atas sudah yang menerima vaksin.

Berdasarkan informasi yang didapatkan Makmur dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kendari, jumlah murid/pelajar yang telah menerima vaksin sekira 19.682 orang (55,07 persen) dari 35.737 siswa sasaran vaksinasi. (ags/b)

Selebihnya Harus Belajar Secara Daring

1 Komentar

  1. Mantap Kendari Pos..

Comments are closed.