KENDARIPOS.CO.ID — Imunisasi dasar sangat penting diberikan kepada bayi. Itu untuk melindungi sang buah hati dari resiko tertular virus atau bakteri penyakit. Namun apa jadinya jika imunisasi tak diberikan? Tentu berbahaya bagi kesehatan bayi. Ini terjadi di Kendari. Sebulan terakhir, bayi yang lahir belum mendapatkan imunisasi dasar. Itu dikarenakan stok vaksin BCG (Bacille Calmette Guerin) tak tersedia.

Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Kendari, Samsul Bahri tak menampik jika saat ini pihaknya kekurangan stok vaksin BCG. Ia mengaku stok vaksin sudah tidak tersedia sejak bulan Agustus kemarin. Dampaknya, program imunisasi terhadap bayi ditunda sementara.

Samsul Bahri

“Kami sudah ke Dinkes provinsi. Tapi stoknya tidak ada. Katanya masih menunggu Droping dari pusat. Kelangkaan ini bukan hanya di Kendari saja, tapi di seluruh Kabupaten/Kota se-Sultra,” kata Samsul Bahri, kemarin.

Menurut Samsul, pemberian vaksin BCG terhadap bayi sangat penting untuk melindungi bayi dari resiko terpapar virus dan bakteri yang kini perkembangan (bermutasi) sangat cepat. Misalnya saja, virus BCG mampu mencegah penularan kuman Mycobacterium Tuberculosis yang menyebabkan penyakit Tuberculosis.

Melihat fungsi vaksin yang cukup sentral, Samsul berharap pemerintah segera mengadakan vaksin BCG sesegera mungkin untuk disalurkan kepada bayi. Apalagi jumlah bayi yang membutuhkan tambahan imunitas tubuh itu cukup besar. Khusus di Kota Kendari jumlahnya mencapai 100 bayi setiap bulan.

Mendengar kabar tersebut, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengaku sangat prihatin. Pasalnya, pemberian vaksin kepada bayi sangat penting untuk melindunginya dari resiko tertulah Covid-19.

“Pemberian imuniasasi dasar kepada balita sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka. Bahkan ini sudah dianjurkan oleh badan kesehatan dunia WHO (World Health Organization) agar bayi wajib mendapatkan vaksin. Saya sudah perintahkan kepada dinkes untuk terus bangun komunikasi dengan provinsi untuk pengadaannya,” kata Sulkarnain Kadir. (b/ags)