Tim KKN Tematik Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) tuntas melakukan pengabdiannya di Desa Wawosolo, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe.


KENDARIPOS.CO.ID–Tim KKN Tematik Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari melakukan penarikan mahasiswa peserta KKN di posko KKN Tematik Desa Wowasolo, Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe, pekan lalu.

Acara tersebut dihadiri oleh delapan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Dr. Ridwan Adi Surya, S.Si., M.Si (Ketua Tim), Prof. Dr. Aminuddin Mane Kandari, M.Si, La Ode Siwi, S.P., M.Si, Dr. Lies Indriyani, S.P., M.Si, Dr. Zakiah Uslinawati, S.Hut., M.Si, Dr. Basrudin, S.P., M.Si, Dr. Asramid Yasin, S.Pi., M.Si, dan La Ode Muhammad Erif, S.Si., M.Sc.

Turut hadir perwakilan masyarakat dan unsur pemerintah Kecamatan Wonggeduku, Lurah Puuduria Drs. Tuo Turhamun, M.M, serta Kapolsek Wonggeduku Ipda Jusriadi.  

Acara Penarikan mahasiswa peserta KKN Tematik UHO di Desa Wowasolo ini dibuka secara langsung oleh Dekan FHIL UHO, Prof. Dr. Ir. Aminuddin Mane Kandari, M.Si.

Dalam sambutannya Prof. Aminuddin mengatakan bahwa KKN Tematik ini adalah implementasi tri dharma perguruan tinggi, khususnya pilar pengabdian masyarakat. Sebagai Manifestasi dari kerjasama triple helix antara perguruan tinggi dalam hal ini Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL UHO, pemerintah daerah yang diwakili oleh Lurah Puuduria dan Kepala Desa, serta warga di posko KKN Tematik UHO yang diwakili oleh Owner Yamazaki Hidroponik Farm Konawe, Muhammad Safar Turhamun.

“Banyak manfaat yang didapatkan selama proses KKN Tematik ini. Pemanfaatan lahan pekarangan rumah warga dengan teknik Vertiminaponik dan Budikdamber, dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat selama masa pandemi Covid-19. Terkhusus untuk mahasiswa peserta KKN Tematik UHO, mereka dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang didapat di Desa Wowasolo untuk dikembangkan di lingkungan kampus FHIL UHO nanti setelah kembali,” ujar Prof. Aminuddin.

Ia mengatakan bahwa yang dibutuhkan di masa pandemi ini adalah inovasi baru yang ramah lingkungan, dapat direplikasi di tengah masyarakat dengan mudah dan berbiaya murah. Vertiminaponik dan Budikdamber merupakan solusi pemanfaatan lahan pekarangan rumah untuk menunjang kebutuhan pangan nabati dan hewani warga Desa Wowasolo.

“Terima kasih yang tak terhingga kepada Lurah Puuduria, Bapak Tuo Turhamun selaku tuan rumah posko KKN Tematik UHO di Desa Wowasolo yang telah menerima dan membimbing mahasiswa kami selayaknya anak sendiri, sehingga mereka dapat menyelesaikan dengan baik seluruh program kerja KKN Tematik UHO di Desa Wowasolo,” pungkasnya.

Sementara itu, Lurah Puuduria Drs. Tuo Turhamun, M.M mewakili Camat Wonggeduku menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas capaian program kerja mahasiswa peserta KKN Tematik Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL UHO, yang telah berhasil menuntaskan seluruh program kerjanya di Desa Wowasolo.

Selama 30 hari, para mahasiswa telah berhasil membaur dengan masyarakat, membantu program kerja aparat pemerintah Desa Wowasolo dan memberi tambahan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat terkait Vertiminaponik dan Budikdamber, penanganan limbah masker skala rumah tangga di masa pandemi Covid-19, mensosialisasikan Jurusan Ilmu Lingkungan FHIL UHO mulai dari tingkat Sekolah Dasar hingga SMKN 1 Wonggeduku, serta menggalakkan upaya penghijauan dan pelestarian lingkungan hidup dengan mengusung konsep 3R (Reduce-Reuse-Recycle).

“Insya Allah kami akan terus pelihara dan kembangkan produk luaran KKN Tematik yang telah dihasilkan oleh adik-adik mahasiswa peserta KKN Tematik di desa kami. Pintu rumah kami akan selalu terbuka untuk kolaborasi kerja sama kegiatan pengabdian masyarakat selanjutnya dengan Universitas Halu Oleo” pungkasnya. (uli/b)