KENDARIPOS.CO.ID — Visi mewujudkan Kota Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi, informasi dan teknologi tak hanya jargon semata. Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir merealisasikannya dengan beragam terobosan pelayanan berbasis digital. Terbaru, Sulkarnain Kadir meluncurkan aplikasi digital, kemarin, untuk meningkatkan minat baca peserta didik. Aplikasi itu diberi nama perpustakaan elektronik alias e-library. Hal itu erat kaitannya dengan upaya mencerdaskan anak bangsa melalui kebiasaan membaca.

Sebelumnya, Pemkot Kendari dalam komando Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir menelurkan pelayanan publuk berbasis informasi dan teknologi, seperti Layanan Integrasi Kendari (Lika), e-Humas, SiCantik Cloud (aplikasi pengurusan izin dan usaha) e- signature, e-SPPD, SimpleSP2D, Sistem Manajemen Informasi Aset Berbasis GIS (SIMSETGIS), e-Planning, e-Monev, Sistem Informasi Kepegawaian Daerah (Simpeg), Sistem Informasi Persuratan (Simper), Jaga Kendari (Jari).

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir (dua dari kanan) didampingi Kepala Dinas Dikmudora Kota Kendari, Makmur mengamati
pelajar SMP Negeri 1 Kendari mengakses aplikasi e-library melalui smartphone usai peluncuran e-library, Rabu (15/9) kemarin. Hadirnya aplikasi tersebut diharapkan bisa meningkatan literasi peserta didik.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, kehadiran e-library sangat penting dalam rangka menumbuhkan semangat dan minat baca murid saat ini. Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan mereka mengunjungi perpustakaan sekolah.

“Aplikasi ini sangat penting karena anak-anak harus kita latih dan membiasakan mereka untuk mengungkapkan gagasan ide dan pikirannya dengan bahasa yang baik dan tepat. Itu bisa diperoleh dengan meningkatkan kemampuan literasi mereka. Dengan membaca tentang apa saja. Entah itu buku pendidikan, buku eksakta, sastra, dan masih banyak lagi,” kata Sulkarnain Kadir, usai melaunching e-library di SMPN 1 Kendari, Rabu (15/9) kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini berharap, koleksi buku yang ada di e-library bisa ditambah jumlahnya sehingga dapat menambah referensi bacaan bagi peserta didik. “Mudahan-mudahan ini bisa jadi motivasi bagi kita semua. Pandemi Covid-19 ini mengajarkan kita bahwa mau tidak mau kita harus bisa beradaptasi dengan teknologi saat ini. Kita tidak bisa menghindar. Karena banyak hal yang kita lakukan saat ini dengan menggunakan teknologi. Termasuk belajar mengajar, sehingga kehadiran aplikasi e-library ini sangat tepat dan kita patut apresiasi,” kata Sulkarnain Kadir.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari, Makmur mengungkapkan, aplikasi e-library merupakan inovasi dari seluruh Kepala SD dan SMP Negeri maupun swasta di Kota Kendari.

Aplikasi e-library, lanjut dia, bisa diakses peserta didik melalui play store di smartphone. Pengoperasiannya sangat mudah, peserta didik bisa mengakses seluruh buku yang tersedia diaplikasi dengan syarat sudah terdaftar sebagai peserta atau anggota perpustakaan di sekolah masing-masing.

“Dengan aplikasi e-library ini, peserta didik dapat mengakses pelajaran dan buku-buku dari mana saja. bisa dari rumah maupun ditempat lainnya. Sehingga mereka tidak perlu repot lagi ke perpustakaan sekolah apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 saat ini,” kata Makmur.

“Karena di akses melalui android, maka orang tua peserta didik bisa mengawasi langsung dari rumah. Sehingga materi-mareri pembelajaran yang disampaikan guru bisa tersampaikan langsung kepada murid,” tambahnya.

Mantan Asisten I Pemkot Kendari ini menjelaskan, aplikasi e-library sudah diterapkan pada 107 sekolah di Kendari yakni, 19 sekolah di tingkat SMP dan 88 di jenjang SD. Ke depan Dikmudora Kendari bakal mewajibkan seluruh sekolah untuk terkoneksi dengan aplikasi tersebut. Termasuk menambah jumlah koleksi buku yang saat ini jumlahnya baru sekira 5 ribu buku. (ags/b)

E-Library Sudah Diterapkan 107 Sekolah