Trio BHR, YSM dan UMR Ditahan 20 Hari
LSO Ditetapkan Tersangka


KENDARIPOS.CO.ID — Dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan kawasan hutan dan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT.Toshida Indonesia memasuki babak baru. Trio tersangka dugaan rasuah, yakni BHR, YSM dan UMR kini punya “status” baru sebagai tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari. Status baru itu disandang setelah berkas penyidikan ketiganya dinyatakan lengkap oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

“Para tersangka langsung ditahan selama 20 hari di Rutan Klas II A Kendari. Terhitung sejak 20 September 2021 sampai 9 Oktober 2021,” ujar Kepala Kejati Sultra, Sarjono Turin melalui Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Sultra, Noer Adi, MH, kepada Kendari Pos, Selasa (21/9) kemarin.

Noer Adi, MH menuturkan, pelimpahan ketiga tersangka, beserta barang bukti dan berkas penyidikannya oleh penyidik Kejati Sultra kepada Kejari Kendari dilakukan di Kantor Kejati Sultra, Senin (20/9). “Saat penyerahan tersangka dan barang bukti ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kendari, para tersangka didampingi oleh penasehat hukum masing-masing,” rinci Noer Adi, MH, kemarin.

Noer Adi mengatakan, setelah tahap dua ini, berkas perkara ketiga tersangka segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri (PN) Kendari. “Setelah dilaksanakan tahap dua terhadap tersangka BHR, YSM, dan UMR, selanjutnya setelah surat dakwaan dinyatakan lengkap dan sempurna, maka berkas perkara untuk ketiganya dilimpahkan ke pengadilan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT.Toshida, LSO, kembali ditetapkan tersangka oleh Kejati Sultra. Sebelumnya, status tersangka LSO “dianulir” setelah hakim menerima permohonan praperadilan.

Noer Adi, MH menuturkan, penetapan tersangka kepada LSO berdasarkan surat perintah penyidikan Kajati Sultra tertanggal 10 Mei 2021, tentang perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penggunaan kawasan hutan dan penerbitan RKAB PT.Toshida Indonesia. “Setelah membaca laporan hasil penyidikan dan hasil ekspose perkara, ditemukan cukup bukti yang menetapkan LSO sebagai tersangka pada Senin 13 September 2021,” jelas Noer Adi.

Mantan Kajari Pacitan itu menjelaskan dalam surat perintah penyidikan itu, jaksa penyidik diperintahkan menyidik perkara dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan penggunaan kawasan hutan dan penerbitan RKAB PT Toshida Indonesia, atas tersangka LSO. “Yang bersangkutan (LSO) sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tim penyidik sudah menyerahkan surat penetapan tersangka itu. Penyidik menyerahkan langsung ke kediamannya di Jakarta. Saat itu, yang bersangkutan tidak berada di tempat,” ungkap Noer Adi, MH.

Kendati demikian, kata Noer Adi, MH, proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku
Sebagai warga negara yang baik, tersangka LSO diminta kooperatif dalam menjalani proses hukum ini. “Jika mangkir terus-terusan, maka akan ditetapkan DPO,” pungkasnya. (ndi/b)

Jika Mangkir Terus Akan Ditetapkan DPO