KENDARIPOS.COID — Pandemi Covid-19 tak menyurutkan langkah Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra, Ali Mazi – Lukman Abunawas membangun daerah. Duet pemimpin Sultra berakronim Aman itu teguh mempersembahkan karya pembangunan pada semua sektor. Tiga karya spektakuler disajikan pasangan Aman. Tiga tahun Aman memimpin Sultra, pembangunan infrastruktur terus dikebut. Hari ini, ekspos pembangunan tiga tahun Aman digelar.

Tiga megaproyek itu adalah, pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa, RS Jantung dan pembuluh darah, dan perpustakaan modern yang berdiri megah di kawasan Sao-sao. Deretan karya lainnya adalah pembangunan wisma Pemprov Sultra di Makassar. Selain itu, peningkatan derajat pendidikan dan kesehatan masyarakat Sultra melalui beragam kebijakan pro rakyat.

Ali Mazi-Lukman (Aman) menggelontorkan beasiswa pendidikan melalui Dinas Dikbud Sultra. Kualitas dan pemerataan guru serta tenaga kependidikan jadi perhatian Aman. Langkah strategisnya melalui program penataan dan pemerataan guru serta tenaga kependidikan (Perau Gadik). Gubernur Ali Mazi berharap, program Perau Gadik diimplementasikan demi terwujudnya guru yang merata, menuju Sultra cerdas. Aspek pemulihan ekonomi daerah pun menjadi concern (perhatian) Aman. Kini, ekonomi Sultra tumbuh positif.

Gubernur Sultra Ali Mazi mengebut penuntasan pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa yang digadang-gadang sebagai kawasan wisata terpadu pada masa mendatang. Pembangunan tahap pertama sudah tuntas, sekira 3,4 kilometer dengan lebar 27 meter telah terbangun. Kini menuju tahap kedua sepanjang 7,7 kilometer. Pada tahap kedua ini diproyeksi rampung Februari 2022.

Gubernur Sultra Ali Mazi, mengatakan jalan Kendari-Toronipa penting dibangun dalam rangka menyokong kawasan wisata terpadu Toronipa. Kawasan wisata terpadu Toronipa kata Ali Mazi meliputi kawasan wisata Pantai Toronipa, Wisata Pulau Bokori, dan Pulau Labengki. “Toronipa akan menjadi simpul ekonomi baru di sektor pariwisata. Dijalur ini ada beberapa objek wisata yang tidak kalah cantiknya, yakni Pulau Bokori, Pantai Toronipa, dan Pulau Labengki,” kata Ali Mazi dalam sebuah kesempatan wawancara.

Selain sebagai pendukung kawasan wisata terpadu, Jalan Kendari-Toronipa akan memudahkan mobilitas warga sekitar termasuk wisatawan yang hendak berlibur di Pantai Toronipa. Jika sebelumnya ditempuh 30-40 menit. Kini hanya 15-20 menit, meskipun masih dalam proses pembangunan. “Intinya kita akan ubah mirip Ancol, Jakarta. Pembangunan jalan ini untuk kesejahteraan masyarakat,” kata Ali Mazi.

Kepada Dinas Sumber daya Air dan Bina Marga, Burhanuddin mengatakan, progres fisik jalan wisata Kendari-Toronipa mencapai 52 persen. Realisasi keuangan tahap kedua ini melalui pinjaman PT.SMI telah mencapai 28 persen dengan pagu anggaran Rp756 miliar. “In Sya Allah tahun 2023, jalan wisata Kendari – Toronipa sudah bisa difungsikan, “bebernya.

Ia berharap daya serap konstruksinya bisa dituntaskan sesuai rencana. Sesuai kontrak multiyears, proyek ini ditargetkan rampung Februari 2022 mendatang. “Meski masih proses adendum, pekerjaan di lapangan tetap berjalan. Bahkan untuk akumulasi keseluruhan pencairan dari PT SMI untuk jalan wisata ini sudah sekira Rp 200 miliar. Di mana kontraknya keseluruhan Rp 788 miliar,” ujarnya.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengapresiasi hadirnya jalan Kendari-Toronipa karena berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi daerah khususnya Kota Kendari. “Saat ini saja sudah banyak warga yang ke Pantai Toronipa, pengunjung yang ke sana otomatis melewati Kota Kendari. Mereka pasti berbelanja dan menginap sementara di Kota Kendari. Jalan Kendari-Toronipa betul-betul ide brilian dari Gubernur Ali Mazi. Kita patut apresiasi dan mendukungnya,” kata Sulkarnain Kadir.

Kepala Dinas Cipta Karya Bina Konstruksi dan Tata Ruang, Pahri Yamsul menjelaskan progres pembangunan RS Jantung dan perpustakaan modern. Menurutnya, perpustakaan modern ditarget tuntas akhir tahun 2021 ini dan diserahterimakan dari rekanan ke pemprov. “Sementara RS Jantung masih terus on progres. Pengerjaan RS Jantung tahap II terus dikebut. Progresnya telah mencapai 20 persen. Pihak konsorsium telah mulai melakukan pengecoran lantai 13. Ini tentu lebih cepat dari target kita. Sesuai kontrak, pengerjaannya berlangsung selama 18 bulan,” jelasnya kepada Kendari Pos.

Pahri Yamsul mengatakan pembangunan RS Jantung dikerjakan dimulai tahun 2019 namun sempat ditunda tahun 2020 karena pandemi. Pada tahun 2021 ini, pengerjaannya kembali dilanjutkan.

Desember mendatang gedung setinggi 17 lantai telah berdiri dan masuk tahap finishing. Sebab masa kontrak proyek RS Jantung tahap II ini hanya 18 bulan. Makanya, pengerjaannya bisa mencapai 45 persen tahun 2021.

Sedangkan pengerjaan konstruksi wisma Pemprov Sultra di Makassar mencapai 100 persen. Saat ini, pengerjaannya telah masuk tahap finishing. Bangunan yang dulu tak terawat kini, berubah menjadi gedung megah. Pembangunannya menelan anggaran Rp31 miliar. Diperkirakan, masih butuh sekitar Rp 2-3 miliar untuk dirampungkan. “Secara teknis, tugas Dinas Cipta Karya sudah selesai. Namun instansi terkait menyerahkan kembali. Makanya, tahun 2021 akan dilanjutkan ke pengerjaan interior,” ungkap Pahri Yamsul. (ags/rah/b/mal/adv)

Konstruksi Wisma Sultra Mencapai 100 Persen