Yulia Widiarti,

KENDARIPOS.CO.ID– Sejumlah sektor penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) di Kota Baubau, tak mampu dimaksimalkan untuk berkontribusi melalui menarik retribusi. Capaian PAD yang ditargetkan tak bisa dipenuhi karena dampak pandemi virus corona.

Dari proyeksi yang semula ditetapkan Rp 130 miliar pada pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2021, kini turun menjadi Rp 115 miliar, atau berkurang Rp 15 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan, Aset dan Pendapatan Daerah (BPKAPD) Kota Baubau, Yulia Widiarti, mengatakan revisi target capaian PAD akan dilakukan saat pembahasan APBD Perubahan 2021. Semua itu dilakukan sebagai bentuk penyesuaian target PAD karena kondisi pandemi virus corona yang masih melanda. “Pada perubahan ini diturunkan menjadi Rp 115 miliar,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Total Rp 115 miliar target PAD yang akan diubah itu merupakan akumulasi dari seluruh sektor penyumbang, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau, Palagimata. Namun pada kenyataannya, PAD RSUD tidak masuk dalam daftar yang dikelola BPKAPD Baubau. “Capaian PAD rumah sakit sekira Rp 30 miliar dan dikelola sendiri. Jadi dikurangi PAD rumah sakit itu, maka target PAD kita tinggal sekitar Rp 80 miliar,” rincinya.

BPKAPD Kota Baubau telah melakukan rincian awal PAD. Dari hitungan yang dilakukan, baru sekira 30 persen dari target. “Tapi capaian PAD itu berdasarkan target awal (Rp 130 miliar). Kalau berdasarkan hitungan setelah revisi Rp 115 miliar pada APBDP maka hitungan presentasenya pasti bertambah. Makanya kita optimis bisa capai target,” terang Yulia Widiarti.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Baubau itu menambahkan, target PAD yang ditetapkan pada APBD induk 2021 mengalami kenaikan Rp 20 miliar dari 2020 lalu. Semua dilakukan karena pihaknya merasa optimis bisa mengalami peningkatan.

“Kemarin kita pikir kondisi sudah akan normal. Makanya target PAD kita naikkan. Tapi ternyata pandemi masih melanda, makanya kita kembalikan turunkan. Sekarang tetap (seperti target PAD 2020),” tutupnya. (b/ahi)