-Delapan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung

KENDARIPOS.CO.ID — Kondisi cuaca di Kota Kendari cenderung tak bersahabat. Pekan lalu, beberapa rumah di Kelurahan Kadia diterjang angin puting beliuang. Meski tidak ada korban jiwa, musibah tersebut mengakibatkan rumah warga mengalami kerusakan cukup parah. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebanyak delapan rumah mengalami kerusakan. Satu rusak berat, lima rusak ringan, dan dua rusak ringan.

Merespon hal tersebut, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir langsung mengunjungi korban terdampak puting beliung. Didampingi Dinas Sosial dan Pemerintah Kelurahan Kadia, ia menyerahkan bantuan sembako dan perlengkapan dapur dan bayi. Menurut Sulkarnain, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang mengalami kesulitan terutama korban alam.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (tiga dari kanan) mengunjungi rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung di Kelurahan Kadia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini tak menampik jika bantuan yang diberikan hanya bisa memenuhi kebutuhan korban hingga beberapa hari kedepan. Meski begitu, ia berjanji akan membantu warga memperbaiki rumahnya yang rusak. “Nanti kita bantu,” ujarnya.

Ia berpesan kepada para korban untuk sementara waktu mengungsi di rumah sanak keluarga terdekat sembari menunggu kondisi cuaca membaik. Pasalnya, berdasarkan informasi yang didapatkannya dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah itu.

Sementara itu, Kepala BPBD Kendari Paminuddin mengaku telah berkoordinasi dengan Dinsos, pemerintah kelurahan dan kecamatan setempat membantu masyarakat yang terdampak puting beliung. Puing bangunan yang berserakan dibersihkan sehingga memudahkan warga dalam melakukan renovasi kediamannya.

“Pemkot Kendari berkomitmen untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terkena musibah. Memang ini adalah tanggungjawab kami. Dimasa pancaroba ini kami ingatkan warga untuk tetap mewaspadi potensi bencana alam yang bisa saja terjadi. Segera evakuasi diri ketempat yang lebih aman ketika melihat kondisi cuaca memburuk,” kata Paminuddin.

Sebagai bentuk mitigasi, pihaknya selalu siap 24 jam jika dibutuhkan atau kondisi cuaca tidak bersahabat. Sejauh ini, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan BMKG untuk meng-up date kondisi cuaca terkini untuk disampaikan langsung kepada masyarakat. (b/ags)