KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar forum nasional bertajuk pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri Gelombang III dan IV tahun 2021 hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak Tahun 2020. Bupati Konawe Utara, Dr.Ruksamin dan pasangannya, Abuhaera adalah pemenang Pilkada Konut tahun 2020. Keduanya dilantik 26 April 2021.

Bupati Konut, Dr.Ruksamin saat mengikuti pembukaan pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri hasil Pilkada serentak Tahun 2020 yang dibuka Mendagri Tito Karnavian, Senin (13/9) kemarin.

Bupati Konut Ruksamin dan Wakil Bupati Abuhaera mengikuti pembekalan melalui zoom meeting di Swis BelHotel Kendari, Senin (13/9) kemarin. Dalam forum tingkat nasional yang digelar Kemendagri secara virtual itu, Bupati Dr.Ruksamin dan Wakil Bupati Abuhaera tak sendiri. Terdapat 183 bupati dan wakil bupati serta wali kota/wakil wali kota lainnya hasil Pilkada serentak Tahun 2020.

“Kegiatan dibuka secara langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian. Ini momentum yang sangat berharga karena arahan bapak menteri sangat penting bagi kami dalam menunaikan tugas-tugas pemerintahan di daerah, ” ujar Bupati Konut Ruksamin seperti dituturkan Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Pemkab Konut, La Ode Amanuddin kepada Kendari Pos, kemarin.

Bupati Konut Dr.Ruksamin tergabung dalam gelombang IV khusus bagi bupati/wali kota petahana hasil Pilkada tahun 2020. Dan akan mengikuti pembekalan materi secara virtual mulai 20 sampai 24 september 2021. “Sedangkan Wakil Bupati Konut Abuhaera tergabung dalam kelompok III yang saat ini sedang mengikuti pembekalan materi secara virtual mulai 13 sampai 17 September 2021,” ujar La Ode Amanuddin.

Wakil Bupati Konut, Abuhaera mengikuti pembekalan mulai 13 sampai 17 September 2021.

Sementara itu, Wakil Bupati Konut, Abuhaera menjelaskan terdapat beragam materi yang didapatkan dalam pembekalan kepemimpinan yang digelar Kemendagri. Sebut saja, materi pembinaan politik dan demokrasi lokal paska pilkada serentak, sistem pemerintahan Indonesia, kepemimpinan dan etika pemerintahan, permasalahan dan solusi perbatasan nasional.

Selain itu, materi perencanaan pembangunan daerah, pemberdayaan desa dan masyarakat desa, isu strategis kependudukan dan pencatatan sipil, peran strategis Kemendagri dalam penanggulangan bencana daerah. Ada pula materi optimalisasi pengelolaan keuangan daerah dan aset daerah, pengawasan penyelenggaraan dan pemerintah daerah, peran badan penelitian dan pengembangan inovasi daerah, pencegahan pemberantasan korupsi, kebijakan reformasi birokrasi dan pembinaan ASN dalam sistem merit dilingkungan Pemda. “Termasuk materi best pratice penyelanggaraan pemerintah daerah, hubungan kepala daerah dan DPRD, smart city hingga penjelasan rencana aksi,”urai Abuhaera.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam sambutannya mengatakan, pembekalan kepemimpinan ini merupakan amanah dalam melakukan pengembangan SDM, khususnya yang berkaitan dengan tugas pelaksanaan pemerintahan daerah. “Salah satunya dengan penguatan kemampuan seorang kepala daerah,” ujar Mendagri, kemarin.

Mendagri Tito berharap pembekalan ini dapat memberikan kontribusi signifikan terkait pengetahuan, sikap dan keterampilan para kepala daerah agar lebih produktif dalam bekerja, lebih inovatif dalam menciptakan rencana kerja dan anggaran serta lebih responsif dalam menyesuaikan realitas kerja yang sangat dinamis. “Diharapkan dari pembekalan ini para kepala daerah membangun sinergisitas antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah,” tutup Mendagri. (min/b/din)

Mendagri : Amanah dalam Pengembangan SDM