KENDARIPOS.CO.ID — Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir bertekad akan memberantas dan mencegah perilaku korupsi di otoritanya. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari jajarannya para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan seluruh masyarakat Kota Lulo untuk bekerjasama, bahu membahu, dan gotong royong untuk mencegah perilaku yang merugikan negara itu dengan mendukung program pencegahan korupsi yang digagas pemerintah.

“Saya sudah instruksikan Inspektorat Kendari melalui para APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) untuk mengawasi. Kami juga sudah siapkan kanalnya sebagai wadah kontrol dan pengaduan untuk masyarakat. Jadi, jangan segan-segan untuk melapor. Laporkan jika mengetahui ada indikasi korupsi utamanya pada layanan pemerintahm kami akan tindak tegas,” kata Sulkarnain Kadir.

Rapat koordinasi lintas OPD dalam mengoptimalkan layanan digital.

Terpisah, Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin mengatakan, sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan korupsi terintegrasi, pihaknya menyarankan seluruh ASN dan Non ASN pemkot serta masyarakat di Kota Kendari untuk mengunduh aplikasi pencegahan korupsi milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu jaga.id melalui tautan https://play.google.com/store/apps/details?id=id.or.checkmy.

Selain itu, warga bisa memberi masukan melalui aplikasi program pencegahan korupsi Kota Kendari yaitu e-proksi kendari melalui tautan https://play.google.com/store/apps/details?id=id.go.kotakendari.eproksi. Begitu pula aplikasi cegah Suap Pungli dan Gratifikasi (SPG) dalam urusan layanan administrasi kependudukan di Disdukcapil, Kecamatan dan Kelurahan yaitu aplikasi JARI (Jaga Kendari).

Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin (kemeja batik biru tosca) berfoto bersama jajarannya dan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

“Jika masyarakat menggunakan hape iphone (bukan android), dapat mengakses melalui web, yaitu : https://jaga.id, https://eproksi.kendarikota.go.id, https://jari.kendarikota.go.id. Mari bersama kita wujudkan Kota Kendari sebagai Kota Layak Huni berbasis Ekologi, Informasi dan Teknologi, serta bebas dari Korupsi,” kata Syarifuddin. (b/ags)