Spirit Anak Pesisir Mengejar Impian – Kendari Pos
Edukasi

Spirit Anak Pesisir Mengejar Impian


-Berpretasi di Kampus, Koleksi Medali di Bidang Olahraga

KENDARIPOS.CO.ID — Setiap orang punya impian. Namun jika tanpa usaha, mustahil semua yang dicita-citakan akan terwujud. Dibutuhkan ketekunan, kesabaran dan kerja keras. Begitulah gambaran seorang putera pesisir asal Muna Barat (Mubar) bernama Abdul Muing, S.Pd MM.Pd berjuang mengejar impiannya.

Lahir dari keluarga nelayan, tak membuat Abdul Muing patah arang. Apalagi ia memiliki bakat di bidang olahraga. Mulai dari lari, sepak bola dan takraw. Dari olahraga, Muing mengoleksi medali di sejumlah kejuaraan. Diantaranya, meraih medali perunggu pada Kejurnas atletik mahasiswa di Jakarta tahun 1994, medali emas lari sprint Porda Kendari tahun 1996 dan meraih medali perunggu Pra PON sepak takraw di Palu tahun 1996. Menyadari bakat yang dimilikinya, ia pun bercita-cita menjadi atlet dan guru olahraga. Namun untuk menjadi guru, butuh biaya besar.

Abdul Muing

Abdul Muing merupakan anak ketiga dari delapan bersaudara. Keluarga mereka hanya menggantungkan hidup dari hasil melaut ayahnya yang tidak seberapa. Kesulitan hidup kian terasa, ayah dipanggil sang khalik saat duduk di bangku kelas II SMAN Raha. Kepergian ayahnya menjadi salah satu “pukulan” terbesar dalam hidupnya. Padahal dia masih butuh biaya sekolah.

Sepeninggal ayahnya pada tahun 1988, ibu menjadi tulang punggung keluarga. Saat itu, Muing berubah pikiran dan memutuskan pindah ke Sekolah Guru Olahraga Negeri (SGO) Kendari. Tujuannya tidak lain agar ia bisa segera mendapatkan pekerjaan demi membantu perekonomian keluarga. Muing terpaksa mengulang kembali pendidikannya dari kelas 1 SGO.

“Ibu saya sosok yang luar biasa. Sampai sekarang, beliau masih terus memberikan dukungan. Walaupun hanya lewat telpon, ibu sering menanyakan keadaan kami. Saya adalah satu dari empat anak yang berhasil menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi. Ada pula adik laki-laki saya mengabdi kepada negara sebagai polisi,” imbuhnya.

Keinginan Muing untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi rupanya masih sangat kuat. Setelah tamat dari SGO, Muing dinyatakan lolos bebas tes di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Manado. Sayangnya, keadaan ekonomi menghalangi keinginannya untuk menempuh studi di perguruan tinggi.

“Saat itu, keluarga tidak mampu membiayai. Saya terpaksa menganggur selama setahun. Di tahun 1992, Universitas Halu Oleo (UHO) membuka jurusan Penjaskesrek. Saya memantapkan hati untuk mendaftar. Walaupun ibu hanya berjualan ikan di pasar, beliau sangat mendukung kami untuk sekolah,” ujarnya.

Muing menyadari betul betapa sulit bagi sang ibu mencari nafkah untuk delapan orang anaknya. Terlebih karena Muing adalah salah satu yang diharapkan untuk membantu keluarga. Oleh karena itu, Muing selalu bersungguh-sungguh selama kuliah. Tak hanya berusaha lulus tepat waktu, ia juga mencari sumber penghasilan guna menutupi biaya pendidikan. Ia berhasil mendapatkan beasiswa, aktif menjadi atlet kampus, dan bekerja sebagai honorer di instansi pemerintah.

“Saya masih ingat ketika di perguruan tinggi. Dengan kondisi ekonomi yang sangat terbatas, saya hanya makan sayur pepaya tanpa garam dan tanpa nasi. Benar-benar hambar. Tapi itulah satu-satunya cara untuk menyambung hidup. Sejak itu, saya mulai berusaha agar berprestasi dan mendapatkan beasiswa Supersemar,” kenangnya.

Di kampus, Muing banyak berprestasi di bidang olahrag. Dirinya pernah bergabung pada beberapa cabang olahraga di antaranya sepakbola, atletik, dan sepak takraw. Muing paling menonjol di bidang olahraga atletik dan pernah meraih medali perunggu pada Kejurnas atletik mahasiswa di Jakarta tahun 1994, medali emas lari 100 meter Porda Kendari tahun 1996, dan meraih medali perunggu pada Pra PON sepak takraw di Palu tahun 1996.

“Orang tua sangat mendukung kami untuk sekolah. Mereka selalu bilang, silahkan sekolah setinggi-tingginya. Biarkan kami saja yang merasakan kerasnya ombak di laut. Walaupun yang kami miliki tinggal ibu seorang. Alhamdulillah, dengan tekad dan motivasi yang tinggi, tuhan memberikan sedikit keterampilan, sehingga saya bisa kuliah sambal mencari uang,” terangnya.

Setelah tamat kuliah pada tahun 1997, Muing pindah ke Kabupaten Kolaka. Awalnya, ia bekerja di PT Aneka Tambang (Antam) selama dua tahun. Namun karena panggilan hati untuk menjadi guru, ia memilih keluar dari Antam dan mengikuti seleksi penerimaan guru kontrak.

Kurang lebih tiga tahun setelah menjadi guru kontrak, Muing lulus seleksi CPNS pada tahun 2003 dan menjadi guru di SMAN 1 Batuputih Kolaka Utara (Kolut). Pada tahun 2005, ia dipindahkan ke Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka dan mengajar di program D2 PGSD. Karirnya terus menanjak hingga ia didapuk menjadi Kepala SMKN 1 Kolaka pada tahun 2017. (b/uli)

Antar SMA “Pelosok” Juara di Tingkat Nasional
-Intens Bangun Komunikasi, Tak Henti Berinovasi

Pada tahun 2007 hingga 2009, Abdul Muing, S.Pd., MM.Pd dipercaya menjadi Pembina OSIS di SMKN 1 Kolaka dan diamanahkan menjadi Wakasek Kesiswaan pada tahun 2010. Di tahun yang sama, ia dipindahkan ke SMKN 1 Tinondo Kolaka Timur (Koltim) untuk memimpin sekolah dengan back ground pertanian.

Letaknya yang berada di pelosok desa. Hal itu menuntut Abdul Muing untuk melakukan pendekatan ekstra kepada masyarakat sekitar setiap kali akan melakukan perubahan. Inovasi demi inovasi terus dilakukan untuk kemajuan sekolah. Dengan komunikasi yang baik, ia mendapatkan respon yang positif. Berbagai upaya yang dilakukan membuahkan hasil.

Meski dengan segala keterbatasan, sekolah yang hanya memiliki 105 siswa tersebut pernah mewakili Sultra dalam ajang Lomba Kompetensi Siswa Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) di tingkat nasional. Dari 34 provinsi, SMKN 1 Tinondo berhasil meraih peringkat 9 selama tiga tahun berturut-turut dan mendapatkan medali superior.

Berkat kinerjanya itu, ia dipindahkan kembali ke SMKN 1 Kolaka tahun 2017. Selama kurang lebih empat tahun menjabat sebagai Kepala SMKN 1 Kolaka, Abdul Muing selalu berusaha membangun komunikasi yang positif kepada rekan-rekan kerjanya.

Menurutnya, tidak ada pemimpin sekolah yang hebat tanpa dukungan seluruh perangkat yang ada. Kemajuan sebuah sekolah selalu ditunjang dengan keterlibatan semua pemangku kepentingan mulai dari tingkat paling bawah hingga pucuk pimpinan tertinggi. Untuk menyatukan dan menggerakkan semua elemen tersebut, dibutuhkan komunikasi yang positif.

Abdul Muing merupakan sosok yang selalu ingin berinovasi dan berkreasi. Dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin sekolah, ia selalu berusaha membangun komunikasi yang positif dengan semua warga sekolah. Tidak memandang siapa orangnya maupun apa jabatannya. Ia percaya, hal itu akan mendorong semua pihak mau bahu membahu mewujudkan kemajuan sekolah yang menjadi rumah kedua bagi mereka.

“Kuncinya yang pertama komunikasi. Kedua, membangun silaturahmi yang baik sehingga tetap saling menghargai dan memandang setiap orang sama. Saya yakin setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Saya sering mengatakan kepada teman-teman bahwa saya memiliki lebih banyak kekurangan dari pada kelebihan. Hanya dengan bekerjasama, maka kita bisa membangun sekolah ini lebih baik lagi kedepannya,” tuturnya.

Abdul Muing meyakini, dalam memimpin sebuah lembaga, besar atau pun kecil, selalu tak lepas dari tantangan. Ide untuk melakukan perubahan akan mendapatkan penolakan dari mereka yang berbeda pendapat. Ketika ditempatkan di sekolah yang besar dengan peralatan dan sarana prasarana yang memadai, akan dihadapkan pada persoalan keberagaman isi kepala.

“Saya selalu berusaha mendekati mereka yang berbeda pandangan demi kemajuan sekolah. Dengan komunikasi yang baik, perlahan-lahan mereka mau menerima kebijakan yang ditetapkan,” ujarnya.

Berkat kekompakan tersebut, SMKN 1 Kolaka mampu mencatatkan sejumlah prestasi. Salah satunya, dinobatkan sebagai sekolah Center of Excellence (CoE) atau sekolah pusat keunggulan Tata Busana di Sultra oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2021.

“Saya kira apa yang didapat hari ini bukan semuanya prestasi saya melainkan prestasi teman-teman. Saya selalu menanamkan kepada teman-teman bahwa sekolah ini merupakan rumah kedua sehingga teman-teman mau berbuat. Ketika saya membuat suatu kebijakan demi kemajuan sekolah, teman-teman mau tua atau muda, PNS atau honorer secara spontan mau berbuat,” pungkasnya. (b/uli)

Nama : Abdul Muing, S.Pd, MM.Pd

TTL : Pulau Maginti, 31 Desember 1971

Ayah: Sada (Almarhum)

Ibu: Hj. Berlian

Riwayat Pendidikan

SGO Negeri Kendari (1991)

S1 Penjaskesrek Unhalu (1997)

S2 Manajemen Pendidikan IMNI Jakarta (2010)

Riwayat Karir

Pembina OSIS SMKN 1 Kolaka (2007-2009)

Wakasek Kesiswaan SMKN 1 Kolaka (2010)

Kepala SMKN 1 Tinondo Kolaka Timur (2010-2017)

Kepala SMKN 1 Kolaka (2017-sekarang)

Prestasi dan Penghargaan

Medali Perunggu Kejurnas Atletik Jakarta (1994)

Medali Emas Lari Sprint Porda Kendari (1996)

Juara II Lomba Modifikasi Metode Pembelajaran Penjas Tingkat Nasional (2008)

Juara II Karya Ilmiah HUT PGRI Kolaka Timur (2015)

Juara II Kepala Sekolah Berprestasi Tingkat Sultra (2021)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy