Suasana pembelajaran tatap muka di SMPN 9 Kendari yang dipantau lansung oleh Wali Kota Kendari, H. Sulkarnain Kadir, beberapa waktu lalu.


-Dukung Kelancaran Proses Belajar Online

KENDARIPOS.CO.ID– Jaringan internet yang bermasalah beberapa hari terakhir ini, juga berdampak pada pembelajaran siswa yang mayoritas masih menerapkan sistem pembelajaran online. Terganggunya jaringan internet membuat proses belajar mengajar virtual tidak berjalan optimal.

Kondisi ini coba diantisipasi pihak SMPN 9 Kendari dengan menerapkan sistem flipped classroom atau pembelajaran terbalik. Dimana siswa diajak untuk lebih mandiri dengan melakukan pembelajaran sendiri.

Kepala SMPN 9, Milwan, M.Pd., mengatakan proses belajar yang masih menggunakan sistem blended learning atau campuran antara offline dan online. Kedua sistem pembelajaran itu harus dimaksimalkan agar pembelajaran lebih efektif.

“Sistem flipped classroom yaitu para siswa kami berikan waktu terlebih dahulu, untuk belajar materi yang sudah kita berikan di rumah. Setelah itu, saat masuk sekolah, materi yang telah dipelajari sebelumnya akan dibahas berama guru. Itulah yang disebut pembelajaran terbalik, siswa akan lebih intens melakukan pembelajaran di luar sekolah,” ungkap Milwan, kemarin.

Adapun waktu pembelajaran di rumah, masing-masing jenjang akan diberikan waktu selama empat hari. Mengingat pembelajaran offline menggunakan sistem sif, dimana setiap jenjang hanya akan diberikan waktu dua hari untuk belajar di sekolah, yakni Senin-Selasa diikuti kelas VII, Rabu-Kamis diikuti kelas VIII, dan Jumat-Sabtu hanya diisi kelas IX.

Selain menggunakan sistem tersebut, lanjut Milwan, pihaknya juga maksimalkan pembelajaran online dengan pemberian tugas sesuai dengan materi yang telah diberikan saat pertemuan tatap muka di sekolah. 

“Karena beberapa hari, tidak bisa menggunakan aplikasi pembelajaran dengan baik, maka kita hanya bisa memaksimalkan dengan pemberian tugas-tugas kepada para siswa melalui group WhatsApp antara siswa dan guru. Meski begitu, kita juga optimalkan pembelajaran offline yang meskipun dilakukan hanya dua kali dalam seminggu, tapi harus betul-betul dimanfaatkan. Tujuannya agar siswa tetap menerima pembelajaran terbaik meski di tengah pandemi Covid yang menuntut keterbatasan, salah satunya belajar online,” jelas Guru Berprestasi Nasional ini.

Ia juga menyampaikan bahwa selama penerapan sejumlah sistem pembelajaran, pihaknya tanpa kendala karena semua PBM berjalan dengan lancar, tanpa adanya kendala yang berarti. Ini dibuktikan belum adanya keluhan dari siswa dan orang tuanya.

“Selama ini pembelajaran berlangsung dengan baik, semuanya lancar. Kita mengikuti sesuai dengan prosedur yang ada, tanpa melewatkan sedikitpun. Artinya di tengah kondisi pandemi saat ini, memang kita dituntut untuk terus kreatif dan inovatif agar bisa membuat sistem belajar berjalan dengan baik,” tandas Milwan. (ilw/b)