KENDARIPOS.CO.ID — Keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan semata. Sejatinya, itu menjadi kewajiban semua pihak untuk bersama menjaga kondusifitas. Untuk meneguhkan komitmen itu, Polres Buton menggelar diskusi dan deklarasi damai. Kegiatan itu mengangkat tema “Merajut kebhinekaan dalam perbedaan guna menjaga situasi kamtibmas yang kondusif”. Kapolres Buton AKBP Gunarko mengatakan, diskusi tersebut dilatarbelakangi oleh Renkon Aman Nusa 1-2021 tentang kontigensi menghadapi konflik sosial di wilayah hukum Polda Sultra pada Januari lalu. Selanjutnya diikuti dengan telegram Kapolda Sultra tentang pencegahan konflik sosial bernuansa SARA. “Kita harus senantiasa waspada. Apalagi sekarang banyak upaya provokasi salah satunya melalui berita-berita hoaks,” katanya, Rabu (29/9).

Diskusi dan deklarasi damai yang digelar Kapolres Buton, AKBP Gunarko (tengah) dan turut menghadirkan Bupati, La Bakry (kanan) sebagai salah satu narasumber, kemarin

Sementara itu, Korwil Kepulauan Badan Intelijen Daerah Sultra, Kompol Ridwan, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia berharap hal itu tidak sebatas seremonial belaka, tetapi dapat menjadi landasan untuk mendeteksi maupun mencegah terjadinya konflik sosial bernuansa SARA di tengah-tengah masyarakat. “Kita berharap semua pihak berkolaborasi menjaga Kamtibmas, ini penting agar masyarakat merasa aman dan nyaman bermasyarakat,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Buton, La Bakry yang sekaligus menjadi sebagai narasumber, menjelaskan, nilai-nilai kearifan lokal masyarakat sejak masa Kesultanan dikenal dengan sebutan “Sara Pataanguna”, terbukti ampuh mencegah konflik sosial. “Buton relatif aman, keragaman itu bisa kita manage. Falsafah Buton “Sara Pataanguna” yaitu Pomaa-masiaka (saling menyayangi), Poangka-angkataka (saling menghormati/ menghargai), Popia-piara (saling memelihara), Pomae-maeka (saling takut atau segan menyegani), masih ada dalam sikap individu masyarakat Buton,” akunya.

Selain itu, Buton-1 tersebut juga menitip pesan pada generasi muda untuk menjauhi Miras yang dapat memicu konflik. Deklarasi anti miras yang sudah dipelopori beberapa desa di Buton diakuinya sangat berpengaruh besar terhadap kondisi Kamtibmas. “Kalau konsisten, selamanya kita hidup damai terus, jauhi pemicunya supaya tidak ada akan masalahnya,” pesannya dalam acara yang turut dihadiri Asisten I Setkab Buton Selatan, MZ. Amril Tamim dan Ketua DPRD Buton Selatan, La Ode Armada, termasuk para pejabat Pemkab Buton, tokoh adat, tokoh pemuda, dan jajaran Perwira lingkup Polres Buton. (b/lyn)