-Hadirkan Inovasi Mesin ATM Beras dan Telur

KENDARIPOS.CO.ID — Wabah Covid-19 yang masih menjadi pandemi di tanah air, termasuk di Kota Kendari berdampak buruk terhadap kondisi masyarakat. Mulai dari kondisi kesehatan, pendidikan, sosial dan ekonomi, semuanya terdampak. Guna meringankan beban warga, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk bersatu, bergotong royong dan bekerja sama meringankan beban warga.

Belum lama ini, Sulkarnain menggandeng mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) menghadirkan inovasi mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) beras dan telur. Inovasi tersebut diharapkan bisa membantu pemerintah dalam mengakomodir masyarakat yang kurang mampu dan tengah kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya.

“Jadi penerima beras dan telur ini adalah masyarakat yang memiliki kartu ATM yang di bagikan oleh panitia. Secara selektif mereka yang dapat adalah tidak mampu secara ekonomi. Kita setting setiap kali keluar sebanyak dua liter beras ditambah empat biji telur,” kata Sulkarnain Kadir.

Tahap awal, pemasangan mesin ATM beras sudah direalisasikan di Masjid Al Falah Kelurahan Lepo-lepo, Kecamatan Baruga. Pihaknya optimis, kedepan beberapa masjid percontohan di Kota Kendari sudah dipasangi mesin penyedia beras dan telur itu.

Berkolaborasi dengan mahasiwa, Pemkot Kendari menghadirkan mesin ATM Beras dan Telur. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (batik hijau) berfoto dengan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK)

“Mesin ATM Beras dan Telur tentunya merupakan langkah awal saja. Kedepan telurnya bisa diganti dengan sarden dan lainnya. Kita berharap program ini bisa berjalan dengan baik sehingga nanti kita bisa dukung dengan duplikasi di Kecamatan lain dan masjid-masjid lain yang juga sudah punya kemampuan yang sama untuk memfasilitasi umat-umat yang membutuhkan, apalagi ditengah ekonomi sulit seperti saat ini.” kata Sulkarnain Kadir.

Selain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kurang mampu lanjut Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Kendari ini, hadirnya mesin ATM beras dimasjid merupakan bagian dari upaya pihaknya dalam mendorong peningkatan keimanan dan ketakwaan masyarakat dengan lebih cinta beribadah di masjid.

“Kita juga ingin umat lebih dekat dengan masjid. Makanya tadi ada pemikiran untuk bagaimana umat mendapatkan beras dan telur ini di waktu salat. Di waktu subuh, di masjid. Setelah salat baru kemudian dia ambil berasnya. Jadi nanti kita setting alatnya berasnya keluar pada subuh hari,” pungkasnya. (b/ags)