Rancangan RPJMD Belum Jawab Kebutuhan Muna – Kendari Pos
Muna

Rancangan RPJMD Belum Jawab Kebutuhan Muna

MISI PEMBANGUNAN: Bupati Muna Rusman Emba memberikan sambutan saat konsultasi publik tentang rencana awal RPJMD, kemarin.

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna mulai menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) tahun 2021 – 2026. Sesuai visi misi Bupati Muna Rusman Emba dan Wakil Bupati Muna Bachrun, RPJMD diproyeksi guna mewujudkan Muna yang maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

Rancangan awal RPJMD yang menggariskan pembangunan lima tahun kedepan mulai dikonsultasikan ke publik. Rencana awal RPJMD yang disusun Pemkab dan tim dari UHO itu diminta untuk berkosentrasi pada peningkatan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sektor produktif. Sedangkan yang masih dianggap tantangan saat ini ialah angka pertumbuhan ekonomi berpaku di level 5 persen, angka kemiskinan mencapai 40 ribu jiwa dan indeks pembangunan manusia di posisi 6,8 atau dibawah indeks Sultra.

Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah Kabupaten Muna, La Mahi menjelaskan, ada banyak strategi pembangunan yang bersifat makro yang akan dituangkan dalam RPJMD nantinya. Salah satunya, mendorong terwujudnya pembangunan jembatan penghubung pulau Sulawesi dan pulau Muna.

Jembatan yang melalui rute Torobulu-Toli-toli, pulau Renda-Tampo itu memiliki bentang lebih kurang 4,5 kilometer dan diperkirakan menelan dana Rp 7 triliun. Proyek itu sudah masuk dalam RPJMN dengan target penganggaran bersumber dari pinjaman luar negeri ataupun pihak ketiga selaku investor.

“Bayangkan dalam satu hari ada kurang lebih 200 unit mobil yang menyeberang Tampo-Torobulu via Feri. Jika per unit Rp 500 ribu saja, maka kita bisa menghemat berapa banyak anggaran dalam setahun. Makanya ini menjadi prioritas karena akan berdampak besar pada perekonomian,” paparnya.

Sektor yang menjadi prioritas lain adalah pertanian dan perikanan. Dua sektor itu dinilai sangat berpengaruh pada perekonomian masyarakat karena sudah menjadi tulang punggung ekonomi daerah selama ini. Ia mengatakan, forum konsultasi publik itu sengaja digelar untuk melengkapi rancangan awal RPJMD sebelum nantinya ditetapkan menjadi peraturan daerah.

“Forum konsultasi ini penting untuk menampung gagasan agar RPJMD kita dapat memuat strategi dan arah pembangunan secara komprehensif,” urainya.

Kendati baru bersifat rancangan awal, namun dokumen RPJMD itu sudah mendapat kritik dari peserta forum konsultasi yang didominasi unsur organisasi perangkat daerah dan akademisi tersebut. Tim penyusun dinilai kurang menguasai rencana pembangunan daerah sebelumnya. Sehingga rancangan awal RPJMD, kendati masih bersifat sementara, tidak menjawab masalah mendasar di Muna dan belum sepenuhnya sinkron dengan pembangunan yang berjalan.

Tiga poin yang mengemuka ialah belum dituangkannya rencana pendirian Universitas di Muna, padahal itu sangat dibutuhkan. Kedua ialah rancangan RPJMD juga tidak menjabarkan atau tidak memberi kejelasan program pengembangan pariwisata yang sudah populer dengan jargon Mai Te Wuna. Selain itu, belum disinggung strategi membuka lapangan kerja dan juga target ekonomi lima tahun kedepan yang bersifat estimatif.

Bupati Muna LM. Rusman Emba berharap, RPJMD tersebut mampu memberi gambaran jelas ihwal peta jalan mewujudkan Muna yang maju, mandiri, berdaya saing dan sejahtera. Ia juga menekankan agar dokumen yang disusun itu memberi sinkronisasi antara program lima tahun sebelumnya, program provinsi dan program nasional.
“Harapan kita semua adalah RPJMD ini menyempurnakan pembangunan yang sudah kita mulai. Semua harus kembali ke visi misi awal kita karena itu sudah menjadi komitmen politik yang dibangun,” imbuhnya. (ode/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy