-Objek Wisata Kembali Dibuka

KENDARIPOS.CO.ID — Pemkot Kendari resmi membuka sejumlah tempat wisata yang ada di Kota Lulo. Pembukaan ini menyusul penurunan level PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) dari sebelumnya level 3 jadi level 2. Kebijakan tersebut diharapkan bisa memulihkan perekonomian daerah dari sektor wisata.

Wakil Wali Kota Kendari, Hj Siska Karina Imran (tiga dari kanan) foto bersama penyelenggara dan perwakilan peserta pelatihan pengelolaan desa wisata.

Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir mengatakan, pembukaan sejumlah tempat wisata sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Kendari nomor 440/5439/2021 tentang PPKM level 2 dan pengendalian Covid-19 di Kota Kendari. Salah satu poin yang diatur dalam SE tersebut yakni pelaksanaan kegiatan pada area publik salah satunya tempat wisata diizinkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal 50 persen dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Kita relaksasi beberapa tempat aktifitas umum masyarakat. Kami sudah buka seperti kebun raya, sebentar lagi kita persiapkan Pantai Nambo dan tempat wisata lainnya. Tentu dengan prokes ketat. Setiap pengunjung wajib menggunakan masker, mencuci tangang pakai sabun atau Hand Sanitiser, dan menjaga jarak aman (Physical Distancing),” kata Sulkarnain Kadir.

Sekot Kendari, Nahwa Umar (dua dari kiri) disaksikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kendari, Muhammad Saiful (kiri) dan Kepala Disbudpar Kendari, Abdul Rivai (tengah) memukul gong tanda dibukanya pelatihan peningkatan inivasi dan higienitas sajian kuliner

Sebagai bentuk pencegahan penularan Covid, Sulkarnain mengaku telah menginstruksikan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menyiapkan sarana dan prasarana prokes ditrmpat wisata.

Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kendari, Abdul Rifai mengaku siap melaksanakan instruksi dari Wali Kota untuk menyiapkan berbagai keperluan dalam menunjang prokes. Sebelumnya, pihaknya telah menyiapkannya berbagai sarpras yang dimaksud seperti thermo gun, wadah pencuci tangan (wastafel portable) dan lainnya.

“Tentu kami apresiasi kebijakan untuk membuka kembali tempat wisata. Tentu ini bisa jadi awal untuk kembali mempromosikan potensi kita kepada masyarakat. Mudah-mudahan dengan dibukannya kembali tempat wisata bisa berkontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Tapi intinya pembukaan ini tetap kita barengi dengan penerapan prokes ketat,” kata Abdul Rifai. (b/ags)