Muhammad Ilwanto/Kendari Pos
Siswa MTsN 1 Kendari saat mengikuti pembelajaran tatap muka di kelas.

KENDARIPOS.CO.ID– Surat edaran Pemerintah Kota Kendari yang mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah, ditindaklanjuti pihak Kemenag Kota Kendari. Tepatnya, membolehkan pelaksanaan PTM di lingkup madrasah.

Hanya saja, pelaksanaan PTM di lingkup madrasah di Kota Kendari masih bersifat uji coba. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari, H. Zainal Mustamin, MA., kemarin.

Kata dia,
PTM tingkat MI dan MTs masih bersifat sementara atau dalam tahapan percobaan. Kebijakan ini ditempuh dengan pertimbangan masih melihat adanya peningkatan kasus Covid-19 di metro.

“Sudah beberapa hari kami lakukan PTM di sekolah, baik negeri maupun swasta. Bagaimanapun kondisi pandemi Covid-19 khususnya di Kota Kendari masih belum berakhir sehingga kita harus senantiasa waspada. Terpenting adalah keselamatan dari seluruh warga madrasah yang menjadi prioritas utama,” ungkap Zainal Mustamin.

Pelaksanaan uji coba PTM tidak dilakukan semua madrasah. Hanya beberapa saja yang dibolehkan karena kondisi serta berbagi kendala yang dialami sehingga PTM tidak dilakukan secara merata.

“Adapun proses pembelajaran secara langsung, kita sepakat untuk menggunakan sistem sif. Belajar di sekolah dilakukan secara bergantian, setengah dari jumlah siswa akan melakukan belajar lansung, dan setengahnya lagi secara online. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, agar mencegah terjadinya penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Pelaksanaan uji coba ini, akan dilakukan kurang lebih selama satu atau dua bulan kedepan. Dimana setiap minggunya akan terus dilakukan berbagai evaluasi sehingga proses pembelajaran tatap muka lebih maksimal.

“Kita membutuhkan waktu yang lama untuk bisa mengambil keputusan yang tepat. Karena ini menyangkut keselamatan para siswa, sehingga uji coba ini kita lakukan dengan jangka waktu yang lumayan lama. Tapi kami berharap, selama pelaksanaan PTM di sekolah, semuanya bisa berjalan dengan baik dan aman sehingga sistem ini bisa bersifat permanen, dan proses belajar bisa berjalan dengan normal kembali,” pungkas Zainal Mustamin. (Ilw/b)