PT. Pelindo Menopang Eksportir Lokal

Berbenah Mewujudkan Terminal Peti Kemas Modern Indonesia Timur


KENDARIPOS.CO.ID — Sultra memiliki potensi komoditas ekspor di pasar asing. Eksistensi PT. Pelindo IV Kendari sangat menopang eksportir lokal mengirim komoditas ke luar negeri melalui terminal peti kemas di Bungkutoko, Kota Kendari. Namun sayangnya, komoditas itu harus di kirim ke pulau Jawa lebih dulu lalu sebelum menjangkau pasar internasional. Manajemen PT. Pelindo IV Kendari dalam komando General Manager (GM), PT. Pelindo IV Captain Suparman, sedang berjuang memudahkan eksportir lokal mengekspor komoditasnya ke luar negeri.

Dirut Kendari Pos Irwan Zainuddin (dua kiri), GM PT. Pelindo IV Captain Suparman (dua kanan), Manager Iklan Kendari Pos Awal Nurjadin (kiri) serta Manager of Human Capital and General Services PT. Pelindo IV Alfian Achmad foto bersama di lobi Graha Pena, Kamis (16/9)

Saat bertandang di markas Graha Pena Kendari Pos, Captain Suparman menuturkan perjuangan PT. Pelindo IV Kendari itu yakni membangun terminal modern di Indonesia Timur. Selain itu, saat ini PT. Pelindo IV Kendari sedang dalam proses merger menjadi PT.Pelindo pada Oktober nanti. Ketika kebijakan ini berlaku di Kendari dengan keberadaan terminal modern, maka akan mempermudah eksportir lokal. Apalagi didukung dengan kapasitas terminal yang sangat mumpuni.

“Terminal peti kemas modern PT. Pelindo IV Kendari di Bungkutoko mampu menampung 250 ribu twenty-foot equivalent unit (TEUs) kontainer (satuan ukuran sebesar kontainer 20 feet). Saat ini baru terisi 100 ribu peti kemas,” ujar GM PT. Pelindo IV Captain Suparman kepada Direktur Utama (Dirut) Kendari Pos Irwan Zainuddin dalam kunjungan silaturahmi di Graha Pena Kendari Pos, Kamis (16/9) kemarin.

Menurut Suparman, pembangunan tahap satu terminal peti kemas modern di wilayah Indonesia Timur sedang berjalan. Direncanakan akan ada pembangunan tahap dua dan tiga. “Pembangunan tahap dua dan tiga sedikit terhambat karena dampak dari pandemi Covid-19. Seandainya tidak ada pandemi, pembangunan tahap dua dan tiga niscaya telah tuntas,” kata Captain Suparman.

Suparman memaparkan bila Oktober 2021 ini seluruh PT. Pelindo di Indonesia dimerger (disatukan) maka akan mengurangi biaya operasional dan yang pasti mempermudah akses ekspor. Pasalnya, selama ini setiap daerah memiliki komoditas ekspor masing-masing, namun karena akses ekspornya harus ke Jawa sehingga hanya tercatat sebagai terminal domestik. Bila merger ini sudah diberlakukan akan mempermudah para eksportir karena biaya yang murah dan menjamin kualitas barang hingga negara tujuan.

“Selama ini barang yang di eskpor harus berpindah-pindah tempat. Sehingga membutuhkan waktu lama, dan ketika tiba di negara tujuan nilai jualnya turun. Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan instansi terkait, guna mempermudah program tersebut,” beber Suparman.

Ia menambahkan, saat ini PT. Pelindo senantiasa mendorong masyarakat dan pengusaha untuk giat mengekspor komoditasnya. Terminal peti kemas modern PT. Pelindo IV menyediakan fasilitas lengkap dengan kemudahan aturan. “Kami sudah turun langsung ke masyarakat untuk menyampaikan informasi tersebut. Sehingga dengan semua kemudahan yang ada, eksportir bisa mengekspor lebih banyak lagi. Hal ini tentunya akan menguntungkan daerah juga karena Sultra tercatat sebagai penghasil devisa. Selama ini ekspor kita lebih banyak diambil di daerah lain,” jelas Suparman.

Sementara itu, Dirut Kendari Pos Irwan Zainudin mengatakan, Kendari Pos siap bersinergi dengan PT. Pelindo IV Kendari dalam memberikan informasi terkait kinerja PT. Pelindo IV. Tentunya kesiapan Kendari Pos itu sesuai tugas dan fungsi sebagai media massa. Termasuk menginformasikan terkait kebutuhan masyarakat. “Kami juga akan menyampaikan aspirasi masyarakat dan stakeholder lainnya kepada PT. Pelindo IV Kendari,” kata Irwan Zainudin. (ali/c)

PT. Pelindo Giat Mendorong Pengusaha Mengekspor Komoditas

Menuju Terminal Modern

Potensi Ekspor
-Sultra memiliki potensi komoditas ekspor di pasar asing
-Ekspor dilakukan di terminal peti kemas Bungkutoko
-Eksportir lokal mesti mengirim komoditas ke Pulau Jawa lebih dulu
-Lalu, menjangkau pasar asing
-Sehingga hanya tercatat sebagai terminal domestik
-Cost-nya lebih besar

PT. Pelindo IV Kendari
-PT.Pelindo IV Kendari sedang membenahi terminal peti kemas Bungkutoko
-Potensi kapasitas mencapai 250 ribu TEUs kontainer
-Saat ini baru terisi 100 ribu peti kemas
-PT. Pelindo IV Kendari bertekad menjadikan pelabuhan Bungkutoko terminal peti kemas modern
-Selain itu, PT. Pelindo IV Kendari sedang berjuang terintegrasi ke PT.Pelindo
-Hal itu, menopang eksportir lokal
-Sebab, akan mempermudah para eksportir mengekspor komoditasnya
-Biaya operasional lebih murah
-Menjamin kualitas barang hingga negara tujuan

Terminal Modern
-PT.Pelindo IV Kendari sedang membangun terminal peti kemas modern di Bungkutoko
-Saat ini masih pembangunan tahap satu
-Nantinya ada pembangunan tahap dua dan tiga
-PT. Pelindo IV menyediakan fasilitas lengkap
-Plus menyediakan kemudahan aturan
-Terminal Bungkutoko akan menjadi terminal terbaik di Indonesia Timur
-PT.Pelindo IV Kendari terus mendorong pengusaha mengekspor komoditasnya
-Diharapkan eksportir bisa mengekspor lebih banyak komoditas
-Hal itu akan menguntungkan daerah
-Sebab, Sultra tercatat sebagai penghasil devisa

DATA DIOLAH KENDARI POS