PT AMI Abaikan Teguran BPJN

ZULFADLY NUR/KENDARI POS
ABAIKAN LARANGAN : Aktivitas pengangkutan material tambang ore nikel dengan melintasi jalan nasional yang dilakukan oleh PT AMI di Desa Hakatutobu, kemarin.

–Tak Miliki Izin, Truk Pengangkut Material Tambang Masih Lintasi Jalan Nasional
KENDARIPOS.CO.ID– Surat teguran dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah dilayangkan pada pihak PT Akar Mas Internasional (AMI), sejak Agustus lalu. Dalam surat teguran tersebut, perusahaan tambang itu diminta menghentikan aktivitas pengangkutan material melintasi jalan nasional, hingga terbitnya surat dispensasi. Sayangnya, permintaan BPJN itu diabaikan.

Selasa (7/9) sore kemarin, truk pengangkut material tambang milik PT AMI terlihat masih melintasi jalan nasional yang ada di Desa Hakatutobu, Kecamatan Pomalaa. Akibatnya, jalan tersebut terlihat kotor dan licin sehingga membahayakan pengendara yang melintas. Ketua DPRD Kolaka, Syaifullah Halik, mengaku belum memperoleh informasi terkait masih adanya aktivitas pengangkutan material tambang dengan melintasi jalan nasional yang dilakukan oleh PT AMI.

Namun, ia mengaku sangat menyayangkan sikap pihak PT AMI jika hal itu benar terjadi. Sebab, perusahaan itu belum melengkapi izin melintasi jalan nasional. “Kami mau cek dulu di lapangan. Setahu kami PT AMI ini masih sementara mengurus izin melintas di BPJN. Kami berharap agar tidak melakukan pengangkutan material tambang sebelum melengkapi dokumen izin melintas tersebut,” tegas Legislator Partai Gerindra itu, kemarin.

Perwakilan Manajemen PT AMI, Najamudin, yang coba dikonfirmasi terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan tersebut, tidak memberikan merespon. Saat dihubungi dan memberikan pertanyaan melalui pesan singkat juga tak dijawab.

Untuk diketahui, PT AMI merupakan perusahaan tambang swasta yang saat ini selalu disorot karena diduga melakukan sejumlah pelanggaran dalam proses penambangan. Dugaaan pelanggarannya diantaranya tidak memiliki izin untuk melintasi jalan nasional. Aktivitas pengangkutan material tambang dengan melintasi jalan nasional yang dilakukan oleh perusahaan tersebut selalu menyebabkan jalan berlumpur dan licin. (b/fad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *