-Tahap I, Pemkot Anggarkan Rp 12 Miliar

KENDARIPOS.CO.ID — Taman Kolosara atau dulunya Taman Kota (Tamkot) bakal punya wajah baru. Saat ini, Pemkot Kendari telah memulai proyek revitalisasi taman Kalosara. Proyek ini akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal, Pemkot menganggarkan sekira Rp 12 miliar untuk membangun jogging track, mempercantik taman dan fasilitas pendukung lainnya. Hadirnya taman kalosara diharapkan bisa menjadi sarana kegiatan sosial masyarakat.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kendari, Erlis Sadya Kencana mengatakan, pembangunan taman kalosara merupakan bagian dari program revitalisasi salah satu ruang terbuka hijau (RTH) di Kendari atau lebih tepatnya berlokasi di Taman Wali Kota (Tamkot) Kendari. Revitalisasi dimaksudkan untuk menunjang keberadaan Balai Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (dua dari kiri) memberi arahan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kendari, Erlis Sadya Kencana (kiri) terkait pembangunan Taman Kalosara. Hadirnya, taman tersebut diharapkan bisa jadi sarana sosial bagi masyarakat Kota Lulo

“Pembangunannya kita sudah mulai untuk tahap pertama. Yang mana akan dibangun pertama adalah jogging tracknya dulu, papan nama, kemudian fasilitas toiletnya termasuk beberapa titik untuk penerangannya,” ungkap Erlis, kemarin.

Khusus jogging track kata Erlis, bakal didesain dua lantai. Itu dilakukan untuk menunjang aktifitas berolah raga masyarakat. Proyek pembangunan tahap pertama diprediksi bakal rampung pada Desember mendatang. Adapun untuk pembangunan tugu kalosara, baru akan direalisasi pada tahap berikutnya.

Saat ini, pihaknya masih berdiskusi dengan tokoh adat dan tokoh masyarakat Kota Kendari untuk menentukan model yang tepat untuk pembangunannya. “Untuk pembangunan tugu, masih ada tahap desain yang kedua. Untuk penyempurnaan monumen itu sendiri, kami harus kolaborasi dengan tokoh adat dan tokoh masyatakat. Sehingga tugu yang akan kita tampilkan nanti betul-betul sesuai dengan makna dan betuk yang seharusnya kita tampilkan (bangun),” kata Erlis.

“Jangan sampai salah desain. Ukurannya kita harus proporsi sesuai dengan yang aslinya jadi kalau perbesaran berapa kali dari bentuk aslinya. Terus norma-norma adatnya, filosofinya, bentuk bentuknya itu sedapat mungkin kami mengikuti saran dari tokoh-tokoh adat,” kata Erlis.

Terpisah, Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir memastikan pembenahan taman kota bakal dirampungkan dan bisa dimanfaatkan masyarakat pada tahun depan. Ia pun memastikan bakal menghadirkan sesautu yang berbeda dari sebelumnya.

“Saat ini masih dalam proses pembenahan. Salah satunya monumen saya pastikan ini bisa berjalan sesuai rencana. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa persembahkan untuk masyarakat kota Kendari. Suasanan taman kota yang refresh, lebih fresh, lebih optimal nanti pemanfaatannya, tidak hanya fungsi olahraga, sosial, juga nanti kita harap ini bisa jadi multi manfaat bagi taman kota ini,” pungkasnya. (b/ags)