Asrun Lio Terbaik di PKN LAN


KENDARIPOS.CO.ID — Asrun Lio meraih predikat terbaik dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan IX 2021 di Makassar, Sulawesi Selatan. Predikat terbaik diraih Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra setelah mempresentasikan program hasil inovasinya, yakni Penataan dan Pemerataan Guru dan Tenaga Kependidikan atau Perau Gadik. PKN Tingkat II Angkatan IX 2021 digelar Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Manajemen Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (Puslatbang KMP LAN), Makassar.

Program Perau Gadik berkibar di kancah regional Sulawesi ketika Asrun Lio mempresentasikan di hadapan peserta PKN LAN Makassar. Asrun Lio mengisahkan pengalaman haru dan lucu. Salah seorang peserta PKN sempat menginterupsi ejaan Perau Gadik. Interupsi itu untuk memastikan tidak ada salah penulisan Perahu Cadik yakni sejenis perahu tradisional. Judulnya dianggap lucu, seolah “ada salah tulis”, apalagi reformernya bergelar akademik PhD (doktor), yang dianggap tidak mungkin keliru dalam penulisan.

Kadis Dikbud Sultra, Asrun Lio, PhD (kiri) bersama Kepala Puslitbang KMP LAN Makassar, Dr Andi Taufik (tengah) dan Sekda Prov Sultra, Nur Endang Abbas (kanan) di stan pameran proper Perau Gadik di Makassar, baru-baru ini.

“Ketika awal sosialisasi, salah seorang peserta menginterupsi, dan berkata ‘izin pak Kadis apakah spanduknya tidak salah ketik? Bukannya Perahu Cadik, seperti salah satu jenis perahu tradisional,” cerita Alumni S3 The Australian National University of Canberra ini, kepada Kendari Pos, Minggu (19/9) kemarin.

Asrun Lio langsung menjelaskan bahwa Perau Gadik merupakan akronim dari Penataan dan Pemerataan Guru dan Tenaga Kependidikan yang merupakan sistem informasi penataan dan Pemerataan Guru dan Tenaga Kependidikan PNS. Ini yang digunakan untuk memetakan dan mendistribusikan guru PNS secara merata sesuai dengan aturan dan kebutuhan pada satuan pendidikan.

“Melalui Perau Gadik, proses pemindahan atau pemutasian guru dan tenaga pendidik tidak lagi dilakukan secara manual, melainkan dipindahkan oleh sistem dengan dasar pertimbangan tertentu, ” jelasnya.

Asrun Lio menerangkan, berdasarkan data Dapodikmen, jumlah sekolah lingkup Dinas Dikbud Sultra sekira 416 sekolah negeri dan swasta. Jumlah kebutuhan guru PNS sebanyak 10.914 guru. Namun guru yang ada hanya berjumlah 9.598. Kondisi yang terjadi di Sultra, tenaga guru lebih banyak di sekolah negeri favorit atau negeri di kota, sedangkan di daerah pedesaan atau terpencil kekurangan guru.

Hal itu menggambarkan dengan jelas bahwa ada guru yang berlebihan di suatu sekolah dan ada sekolah yang kekurangan guru. “Ini disebabkan pendistribusian guru yang tidak sesuai dengan kebutuhan minimal dan tidak sesuai dengan rasio guru dan murid, tidak sesuai dengan rasio guru dan sekolah, tidak sesuai rasio guru dan wilayah. Akibatnya, kebutuhan guru tidak terpenuhi secara merata,” papar mantan Kepala Pusat Studi Eropa UHO ini.

Dengan inovasi Perau Gadik ini tenaga pendidik tidak perlu khawatir, sebab telah disiap mekanisme aturan untuk mengisi kekosongan guru di wilayah yang diperlukan. Sehingga distribusi guru negeri diharapkan dapat tetap mengisi kekosongan tersebut. “Pendistribusian guru secara merata dan proporsional sangat penting, guna mewujudkan pendidikan bermutu dan merata. Olehnya itu, perlu terobosan baru atau inovasi mempercepat pendistribusian guru dan tenaga kependidikan secata merata di Sultra melalui Proper Perau Gadik,” kata orang nomor satu di jajaran Dikbud Sultra ini.

Asrun pun tak lupa menyampaikan penghargaan dan ucapan terimakasih kepada mereka yang telah berkontribusi dalam inovasi Perau Gadik, diantaranya Coach Suyono, Gubernur Sultra Ali Mazi, dan Sekda Sultra Nur Endang Abbas. “Mengutip pernyataan Gubernur Sultra bahwa salah satu faktor penunjang keberhasilan pendidikan berkualitas adalah keberadaan guru dan tenaga kependidikan. Ini bukan saja dari sisi kuantitas, tetapi juga pemerataannya, sangat memotivasi,” ungkapnya.

Meskipun terkendala singkatnya waktu implementasi proper dan situasi PPKM Covid-19, namun semua milestone berjalan lancar dan sukses. “Suksesnya seluruh rangkaian pelaksanaan implementasi Proper PKN II Angkatan IX ini karena dipimpin pemimpin berintegritas, terpelajar, Dr.Andi Taufik. Insya Allah melalui Perau Gadik, Guru Merata Menuju Sultra Cerdas,” tutup Asrun Lio. (rah/c)

Guru Merata Menuju Sultra Cerdas