–Menciptakan Aplikasi Sikap, Siabang dan Sitabuh
KENDARIPOS.CO.ID — Banyak cara yang bisa ditempuh dalam menciptakan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Salah satunya menciptakan aplikasi digital seperti yang dilakukan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari untuk menuju WBK. Lembaga vertikal yang bernaung di Kementerian Kelautan dan Perikanan RI itu melahirkan tiga aplikasi yang bertujuan mempermudah dan membantu pengguna jasa dengan sistem efektif, efisien dan akuntabel.

Aplikasi tersebut yakni sistem informasi aktivitas kapal perikanan (Sikap), sistem informasi penggunaan tanah dan bangunan (Siabang) dan sistem informasi tambat labuh (Sitabuh). Ketiga aplikasi unggulan itu dilauncing Direktur Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Mansur.

Direktur Direktorat Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan Ditjen Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir Mansur (kedua dari kiri) didampingi Kepala PPS Kendari, Rahmat Irawan (kiri) saat meluncurkan tiga aplikasi, Sitabuh, Sikap dan Siabang di kantor PPS Kendari.

Kepada Kendari Pos, Ir. Mansur mengatakan, terobosan tiga aplikasi tersebut merupakan bentuk inovasi di zaman teknologi modern saat ini. Kecanggihan teknologi mesti dimanfaatkan untuk membantu dan mempermudah sistem bekerja, terutama mempersembahkan pelayanan terbaik kepada pengguna jasa di PPS Kendari.

“Di era pandemi covid-19 ini, kita dituntut melahirkan berbagai inovasi di tengah keterbatasan interaksi secara langsung. Momentum ini yang kami coba manfaatkan dengan menelurkan tiga aplikasi unggulan,” kata Mansur saat meluncurkan tiga aplikasi digital itu, Sabtu (11/9).

Ketiga aplikasi tersebut, kata dia, bagian menciptakan inovasi terkait pembangunan integritas menuju WBK. Aplikasi Siabang dan Sitabuh bertujuan mempermudah, mengefisienkan pelayanan kepada pengguna jasa. Contohnya, ada investor yang berminat sewa tanah atau bangunan, tidak mesti datang ke PPS Kendari. Investor dari mana saja bisa langsung melakukan transaksi permohonan melalui aplikasi Siabang. Bahkan termasuk penagihannya seperti biaya pengembangan, biaya pemeliharaan dan lain-lain.

Aplikasi Sitabuh lebih mengarah pada perhitungan. Substansinya agar perhitungan tambat labuh lebih efektif. “Sementara aplikasi Sikap untuk memberi keterbukaan informasi kepada masyarakat. Misalnya jika masyarakat ingin mengetahui kinerja operasional harian, maka bisa melalui aplikasi Sikap. Termasuk terkait jumlah kapal pada hari tertentu dan jam operasionalnya,” ujar Mansur.

Ia menambahkan, aplikasi Sikap dirangkai dengan pembenahan taman edukasi dan informasi. Disebut taman edukasi karena ada hal-hal atau kegiatan yang bisa diinformasikan kepada masyarakat. Misalnya tata cara mengolah air sumur bor agar menjadi lebih bersih, pengelolaan limbah, pengelolaan air laut, dan lain-lain. “Ini bagian dari transparansi kinerja melalui keterbukaan informasi kepada masyarakat,” tutup Mansur.

Sementara itu, Kepala PPS Kendari Rahmat Irawan mengatakan, aplikasi Sitabuh, Sikap,dan Siabang masih perlu penyempurnaan dalam pengaturan aplikasi. “Terobosan aplikasi ini merupakan buah ide dari teman-teman PPS Kendari. Dan taman edukasi ini merupakan gagasan Mansur. Mudah-mudahan bermanfaat untuk masyarakat khususnya generasi muda yang sedang mengenyam pendidikan baik tingkat TK, SD, SMP, dan lain sebagainya. Masa depan mereka harus diperkenalkan sejak dini tentang perikanan,” kata Rahmag Irawan. Launcing aplikasi Sitabuh, Siabang dan Sikap, dirangkaikan dengan kegiatan menabur benih ikan lele sejumlah 5,500 ekor dan diikuti penanaman pohon. (ali/b)