Bupati Buton, La Bakry,

KENDARIPOS.CO.ID– Sejak September 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton sudah menyepakati perjanjian bersama Bank Sultra, dalam bentuk pemberian pinjaman sebesar Rp 148 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai sejumlah program pembangunan yang prioritas.Dalam nota kesepahaman itu, Pemkab Buton berkomitmen akan menuntaskan piutang pokok sekaligus bunga dalam jangka waktu lima tahun.

Bupati Buton, La Bakry, mengatakan, awalnya Pemkab berencana memulai pembayaran angsuran pada tahun 2021 ini. Namun proses penarikan pinjaman itu dilakukan bertahap sehingga belum seluruhnya dapat diambil. Sementara angsuran akan dibayar setelah pinjaman tuntas ditarik. “Belum dicairkan semua. Terpakai dulu semua, baru dibayar. Tahun depan baru terhitung

Karena bunganya baru mau dihitung setelah kita ambil seluruh dananya,” ungkap Ketua Bapera Sultra itu, Selasa (21/9). Jika pinjaman itu baru akan diangsur tahun 2022 mendatang, itu artinya Pemkab bisa menuntaskan angsuran pada 2026 mendatang. Setiap tahun Pemkab Buton harus menyisihkan APBD sebesar Rp 38 miliar untuk menyicil utang berikut bunganya.

“Logikanya begini, uang itu tetap ada. Kita bisa punya uang sebesar itu, hanya sedikit-sedikit. Sementara kita inginkan pembangunan cepat selesai. Nah, solusinya dengan pinjaman,” argumen Buton-1 tersebut. Lebih dari itu, tempat melakukan pinjaman juga pada bank daerah. Sehingga menjadi sebuah bentuk dukungan pada kemajuan usaha perbankan daerah. “Nanti kembali ke kita juga, dalam bentuk deviden,” pungkas La Bakry. (b/lyn)