KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah telah meniadakan Ujian Nasional (UN) dan menggantinya dengan Asesmen Nasional (AN). Kebijakan itu mulai berlaku tahun ini. Di Sultra, khususnya pada jenjang pendidikan menengah, seluruhnya akan mengikuti proses asesmen. Dinas Pendidikan dan Kebidayaan (Dikbud) Sultra mencatat sebanyak 478 sekolah menengah (SMA/SMK) akan berpartisipasi dalam asesmen. Kesiapannya sudah mencapai 90 persen.

Kepala Dikbud Sultra, Asrun Lio mengungkapkan asesmen untuk satuan pendidikan menengah akan dilaksanakan pada September ini. Untuk tingkat SMK akan dilaksanakan pada 20 – 23 September. Sedangkan SMA baru akan digelar empat hari kemudian yakni 27 – 30 September.

“Berdasarkan informasi yang saya dapatkan di lapangan, seluruh sekolah pada dasarnya sudah siap menghadapi asesmen. Beberapa sekolah sudah melakukan simulasi dan uji coba. Pengadaan perangkat komputer juga dilakukan untuk menunjang kelancaran asesmen. Saya harap mereka menyiapkannya dengan baik,” kata Asrun Lio, kemarin.

AN kata dia, dimaksudkan untuk memotret atau memetakan mutu pendidikan sekolah pada suatu wilayah. Pada sisi lain, AN sengaja digalakkan pemerintah untuk mengganti UN yang selama ini dinilai terlalu menekan psikis anak. Penerapan AN sangat tepat karena bukan menjadi syarat kelulusan siswa.

Dalam penerapannya, tidak diikuti siswa kelas akhir melainkan diikuti beberapa perwakilan siswa kelas XI pada jenjang SMA/SMK, kelas VIII pada SMP, dan kelas V pada tingkat SD yang dipilih secara acak masing-masing sebanyak 45 orang dalam satu sekolah. “Asesmen hanya diperuntukan sebagai evaluasi pemerintah untuk memetakan mutu sistem pendidikan di tanah air,” kata Asrun Lio

Asesmen nasional lanjut dia, akan dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama, para peserta akan diminta menyelesaikan soal atau keuesioner yang termuat dalam Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) seperti mengerjakan materi literasi membaca dan mengikuti survei karakter. Di hari kedua, siswa diminta untuk mengerjakan materi numerasi dan mengikuti survei lingkungan berlajar.

“Selain siswa, para guru juga akan diasesmen. Tujuannya untuk mengetahui sejauhmana kemampuan dan pengetahun guru dalam membimbing siswanya di sekolah. Jika ada yang dianggap masih kurang maka akan dilakukan pendampingan langsung dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek),” ungkap Asrun Lio.

Senada, Kepala Dikmudora Kendari, Makmur mengaku seluruh sekolah yang ada di Kendari khususnya untuk satuan pendidikan dasar (SD/SMP) sudah siap melaksanakan asesmen nasional. Ia pun sudah menginstruksikan seluruh sekolah untuk menyiapkan sarpras pendukung AN sepeti perangkat komputer atau laptop dan jaringan internet.

“Yang paling penting, dalam pelaksanaannya tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat. Seluruh peserta AN dan guru pendamping wajib menggunakan masker, mencuci tangan pada wadah yang sudah disiapkan dan menjaga jarak aman (Physical Distancing),” kata Makmur. (b/ags)

Pelaksanaan AN

  1. SMA/SMK
    -SMA Tanggal 27 – 30 September
    -SMK Tanggal 20 – 23 September
    -478 Sekolah
  2. SMP Sederajat
    -Tanggal 4 – 7 Oktober
    -41 Sekolah (23 Negeri, 18 Swasta)
  3. SD Sederajat
    -Tanggal 8 – 11 November
    -126 Sekolah (106 Negeri, 20 Wwasta)

Materi AN
Hari Pertama : Literasi Membaca dan Survei Karakter
Hari kedua : Numerasi dan Survei Lingkungan Belajar