Perda Uji Laboratorium Material Bisa Tingkatkan PAD

Ir. Syahrun ST, M.P.W.K

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bombana berupaya meningkatkan pencapaian pendapatan asli daerah (PAD). Berbagai sektor dioptimalkan guna menghimpun pundi-pundi bagi kas daerah. Optimis meningkatnya PAD lantaran Peraturan Daerah (Perda) tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah melalui pengenaan tarif retribusi pengujian laboratorium bahan material pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bombana, serta Perda tentang Garis Sempadan telah disahkan DPRD setempat.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun ST, M.P.W.K mengungkapkan, pihaknya bertanggung jawab dalam menghimpun PAD dari retribusi pemakaian kekayaan daerah. Salah satunya yakni, melalui pengenaan tarif retribusi pengujian laboratorium bahan material yang bisa dilakukan di Bombana. Diakuinya, sebelumnya uji laboratorium bahan material proyek Pemkab dilakukan di Kota Kendari, sehingga tarif yang dikeluarkan oleh kontraktor masuk dalam kas provinsi.

“Saat ini, seluruh proyek infrastruktur baik kegiatan konstruksi dan bangunan diwajibkan untuk melakukan pengujian bahan material terlebih dahulu, guna menjaga kualitas infrastruktur yang dibangun,” ungkapnya pada Kendari Pos.

Kewajiban untuk melakukan uji laboratorium ini tidak disia-siakan oleh Dinas PUPR. Menurutnya, tarif pengujian laboratorium bahan material bisa menjadi salah satu penyumbang PAD. Terlebih lagi, seluruh alat serta laboratorium untuk melakukan uji bahan material tersebut dimiliki Pemkab.

“Alat kita sudah ada. Namun, sebelumnya kita tidak bisa melakukan tarif retribusi uji laboratorium itu sebab belum adanya aturan tentang yang mengaturnya. Alhamdulillah, baru-baru ini, Perda tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah melalui pengenaan tarif retribusi pengujian laboratorium bahan material ini sudah ditetapkan DPRD. Itu artinya, tahun ini kita sudah bisa melakukan uji laboratorium sendiri dengan menarik tarif retribusi untuk PAD,” tuturnya.

Lanjut Syahrun, peluang peningkatan PAD terhadap Perda ini cukup besar. Terlebih lagi, untuk Provinsi Sultra, baru terdapat dua daerah yang memiliki uji laboratorium bahan material yakni, Kendari dan Konawe.

“Dengan adanya Perda yang sudah ditetapkan ini, maka retribusi pengujian laboratorium bahan material ini tidak hanya didapatkan dari proyek dari Pemkab Bombana. Namun juga pundi-pundi PAD juga bisa bersumber dari proyek yang berasal dari kabupten lainya,” terangnya.

Ia berharap dengan Perda pengujian laboratorium ini, PAD bisa lebih maksimal lagi. Begitupun dengan penetapan Perda tentang Garis Sempadan yang juga bakal menjadi payung hukum dalam pembangunan suatu bangunan. Sehingga, penataan pembangunan di Bombana bisa lebih tertata dengan baik.

“Selain dua Perda ini, Dinas PUPR akan terus berusaha memaksimalkan potensi daerah yang bisa menghasilkan pundi-pundi untuk khas daerah,” pungkasnya. (idh/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *