Penyaluran KUR Meningkat, Sinyal Pemulihan Ekonomi

Arif Wibawa

KENDARIPOS.CO.ID– Pemerintah telah menyusun berbagai program untuk menggerakkan sektor publik. Dukungan tersebut salah satunya diberikan melalui kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Eprbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara (Sultra), Arif Wibawa mengungkapkan, pemerintah menargetkan realisasi KUR tahun ini sebesar Rp 253 triliun, atau naik dari tahun 2020 yang ditetapkan sebesar Rp 220 triliun. 

Pemerintah menganggarkan tambahan subsidi bunga sebesar Rp 7,84 triliun dengan peningkatan plafon menjadi Rp 285 triliun pada tahun ini. Dalam rangka meningkatkan penggunaan KUR oleh masyarakat, pemerintah juga telah mengeluarkan beberapa kebijakan tambahan sebagai stimulus penggunaan KUR.

“Antara lain peningkatan nilai skema KUR tanpa jaminan dari Rp 50 juta menjadi Rp 100 juta, penambahan skema KUR khusus untuk sektor industri UMKM, atau komoditas sektor produktif lain, pengaturan penerima KUR bersamaan kredit lain, serta perpanjangan 

tambahan subsidi bunga menjadi 3 persen sampai bulan Desember 2021,” ungkapnya kepada Kendari Pos, Kamis (23/9). 

Arif mengungkapkan, kinerja KUR Provinsi Sulawesi Tenggara sampai dengan bulan Agustus 2021 mencapai Rp 2,159 trilliun. Nilai tersebut lebih tinggi dari target kredit yaitu sebesar Rp 1,742 trilliun. Selain itu, terdapat kenaikan signifikan penyaluran KUR dibandingkan periode yang sama dari tahun anggaran 2020 sebesar Rp 842 milyar. 

Sektor perdagangan besar maupun kecil masih menjadi penyumbang terbesar penggunaan program KUR yaitu sebesar Rp 1,041 trilliun. Porsi sektor ini memenuhi 44,09 persen dari seluruh jumlah penyaluran KUR di provinsi Sulawesi Tenggara. Sektor kedua yang mendominasi pencairan KUR adalah sektor pertanian, perburuan, dan kehutanan di mana sampai bulan Agustus telah dicairkan pembiayaan KUR sebesar Rp 543,258 miliar. Kedua Sektor tersebut masih mendominasi besaran KUR dengan porsi 73,42 persen. 

Dijelaskan, Kabupaten Muna merupakan daerah dengan pencairan KUR terbesar yaitu Rp 239,843 miliar. Kemudian disusul oleh Kabupaten Kolaka Rp 207,850 miliar dan Kota Kendari Rp 205,851 miliar. Sementara itu, jumlah debitur terbesar berasal dari Kabupaten Muna sebanyak 7.388 debitur, Kabupaten Kolaka sebanyak 5.502 debitur, dan Kabupaten Konawe sebanyak 5.044 debitur.

“Peningkatan demand KUR yang signifikan disebabkan antara lain karena mulai pulihnya perekonomian dan juga karena suku bunga KUR yang rendah, yaitu hanya 3 persen. Pemerintah juga memberikan tambahan subsidi bunga KUR,” tandas Arif. (uli/b)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *