H Kamaruddin

KENDARIPOS.CO.ID– Lanjutan pekerjaan pembangunan kantor Bupati Wakatobi yang diproyeksi tuntas tahun 2022 mendatang, sulit terealisasi. Proyek tersebut dianggap belum masuk skala prioritas. Keterbatasan anggaran dan fokus pada penataan kawasan pariwisata, membuat penuntasan dua gedung tersebut, gagal dilaksanakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wakatobi, Kamaruddin, menjelaskan, skala prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pada tahun 2022 mendatang adalah pembanguan jalan, khususnya di Pulau Kaledupa dan Binongko.

Kamaruddin menyebut, Bupati Wakatobi, Haliana, lebih memfokuskan pembangunan kawasan pariwisata prioritas dan penuntasan akses jalan yang masih cukup banyak dalam kondisi rusak.

“Pak bupati berpikir, masih ada hal-hal yang lebih penting. 2021 ini dan tahun depan, masih akan fokus pada pembanguan jalan. Bukan berarti pembangunan kantor bupati tidak urgen atau diabaikan, tapi karena gedung yang digunakan saat ini masih dianggap layak dan dapat dimanfaatkan. Jadi pembangunan gedung baru nanti akan kita lanjutkan, dengan syarat selesaikan dulu yang paling penting,” terangnya, Selasa (7/9).

Sebelumnya, ada rencana usulan anggaran Rp 47 miliar melalui pinjaman pada salah satu bank. Bila disetujui Bupati Wakatobi, maka pekerjaan gedung utama dan gedung kedua sudah pasti diselesaikan tahun 2022 ini. “Tapi masih ada kegiatan lain yang masuk skala prioritas,” tandas Kamaruddin.

Untuk diketahui, pekerjaan kantor bupati tersebut telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 22,1 miliar. Pada tahun 2018 digelontorkan untuk tahap pertama sebanyak Rp 9,6 miliar dan 2019 sebesar Rp 5 miliar. Sementara tahun 2020 dianggarkan lagi Rp 7,5 miliar. Pekerjaan ini awalnya ditarget tuntas pada tahun 2022. (c/thy)