KENDARIPOS.CO.ID — Partisipasi aktif masyarakat Kota Baubau khususnya kaum wanita yang sudah berumah tangga dalam mengikuti program keluarga berencana (KB), cukup baik. Program KB dengan menggunakan kontrasepsi intrauterine device (IUD) yang dikampanyekan Pemerintah Kota (Pemkot) mendapat respon positif dari para akseptor. Di musin pandemi Covid-19 ini, antusias masyarakat mengikuti program KB IUD mengalami peningkatan. “Terkait alat kontrasepsi jangka panjang (IUD) naik signifikan. Semua banyak peserta program KB yang awalnya gunakan pil dan suntik, sekarang banyak memakai IUD dan implan,” kata Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Kota Baubau, Suarmawati, kemarin.

Suarmawati

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perizinan dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Baubau itu mengklaim, meningkatnya peserta KB IUD sesuai data yang dimiliki. Hitungan yang dilakukan pihaknya mulai Januari sampai Agustus 2021, angka peserta KB mengalami kenaikan jika dibanding 2020 lalu. “Dari Januari sampai Agustus peserta KB baru, sudah mencapai 70 persen. Tahun ini kita targetkan peserta KB baru sampai 87 persen,” sebutnya.

Program menggunakan IUD atau biasa disebut KB spiral merupakan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan bagi pasangan suami istri usia subur. KB spiral berbahan plastik berbentuk huruf T dipasang dalam rahim wanita untuk mencegah kehamilan. “Dalam program baru, kami menyarankan agar setiap pasangan usia subur menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang seperti IUD dan implan. Diminimalisir gunakan pil dan suntik, karena memang potensi untuk kebobolan sangat besar. Seperti KB pil misalnya, terkadang lupa untuk minum akhirnya bisa hamil. Sama juga dengan suntik, biasa lupa jadwal suntik. Sementara IUD adalah program KB jangka panjang, hingga lima tahun,” tutup wanita berhijab itu. (c/ahi)