AGUS SETIAWAN / KENDARI POS
Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir (lima dari kanan) didampingi jajaran dan Forkopimda usai deklarasi ODF (bebas BABS).

Memenuhi Lima Pilar Penilaian STBM
KENDARIPOS.CO.ID– Kerja keras Pemkot Kendari dalam mewujudkan wilayah yang bersih dan sehat berbuah prestasi. Pemkot Kota Kendari menjadi nominator penerima penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang bakal digelar Kementerian Kesehatan pada November mendatang.

Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan sukses jadi salah nomimator penerima penghargaan tak lepas dari kerja keras seluruh pihak mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, stakeholder, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan lima pilar STBM yang menjadi dasar penilaian.

Lima pilar STBM tersebut, pertama, stop buang air besar sembarangan (BABS). Sulkarnain mengaku Kota Kendari sudah 100 persen bebas dari perilaku BABS berdasarkan penetapan dari kemenkes yang disusul dengan pendeklarasian aksi ODF (Open Defecation Free) pada awal tahun lalu (2020).

Kedua, cuci tangan pakai sabun (CTPS). Menurut Sulkarnain, pilar tersebut sudah dijalankan pihaknya sejak lama dalam rangka menerapkan perilaki hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi seluruh masyarakat. Pilar tersebut bahkan telah menjadi kebiasaan warga metro dimasa pandemi pandemi Covid-19 saat ini karena bagian dari protokol kesehatan pencegahan wabah yang menyerang sistem pernapasan itu.

Ketiga, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga (PAM-RT). Wali Kota Sulkarnain telah menginstruksikan OPD terkait untuk memastikan partisipasi masyarakat secara lebih luas. Karena dengan melibatkan masyarakat maka dukungan secara substansi bisa dihadirkan.

Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga. Wali Kota Sulkarnain menggandeng lembaga pengelola sampah, Jaringan Rumah Sehati (Jars) Foundation untuk memanfaatkan sampah anorganik (sampah plastik) menjadi bahan baku bernilai ekonomis. Atau merubah sampah plastik menjadi paving blok dan beberapa inovasi lainnya.

Kelima, pengelolaan limbah cair rumah tangga dengan gerakan masyarakat hidup sehat (Germas). Untuk mencapai hal tersebut, Pemkot mengeluarkan regulasi seperti terkait pengelolaan limbah dikawasan pemukiman warga khususnya perumahan. “Para pengembang (developer) kami minta untuk menyiapkan sistem pengelolaan air limbah komunal. Ini sudah jadi regulasi, meskipun masih ada beberapa pihak yang harus diberikan pemahanan sehingga bisa berjalan dengan baik,” kata Sulkarnain Kadir.

Secara keseluruhan, lanjut Sulkarnain, Pemkot Kendari telah memenuhi lima pilar dimaksud. Ia berharap program STBM bukan hanya sekedar penilaian, tapi menjadi program bagi Pemkot Kendari untuk disosialisasikan kepada masyarakat, sehingga seluruh poin dari program itu menjadi kebiasaan masyarakat.

“Untuk di Kota Kendari, kami terus berupaya untuk memaksimalkan masing-masing program pada lima pilar dalam program STBM. Mudah-mudahan bisa jadi referensi atau pengetahuan terkait hal-hal yang harus kami lakukan agar lima pilar ini dapat kami lakukan secara maksimal. Sehingga masyarakat di Kota Kendari utamanya anak-anak dapat tumbuh sehat dan dapat mencapai cita-citanya kelak,” kata Sulkarnain.

Terpisah, Tim Penilai STBM Award, Muh.Zainal mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil Pemkot Kendari dalam mengimplementasikan pilar-pilar STBM. Menurutnya pemenuhan pilar-pilar STBM sangat penting untuk masa depan genetasi penerus bangsa, masa depan anak-anak Indonesia.
“Kami harap lima pilar ini bisa dirasakan generasi penerus yang akan datang yakni kondisi lingkungan yang bersih dan sehat. Sehingga mereka bisa lebih maju, lebih sehat, dan lebih penting mereka bisa terhindar dari stunting,” kata Zainal.

Sekadar informasi, tahun lalu Pemkot Kendari berhasil menyabet empat penghargaan STBM dari Kemenkes RI. Yakni, penghargaan STBM berkelanjutan sebagai Kota Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Penghargaan sanitarian/petugas kesehatan lingkungan puskesmas terbaik kab/kota SBS/ODF kepada Nur Inzana, SKM dari Puskesmas Perumnas, dalam upaya mengubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM tahun 2020.

Lalu, penghargaan lurah terbaik Kab/Kota SBS/ ODF diberikan kepada Lurah Petoaha, Muchamad Ichsan dalam upaya mengubah perilaku masyarakat yang higienis dan saniter melalui pendekatan STBM tahun 2020. Terakhir, penghargaan natural leader terbaik SBS/ODF diterima Malaerni dari Kelurahan Petoaha. (ags/b)