KENDARIPOS.CO.ID — Seiring bertambahnya jumlah penduduk, produksi sampah di Kota Kendari juga mengalami peningkatan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) menyebut, jumlahnya kini sudah mencapai 400 ton perhari atau meningkat 140 ton dari yang sebelumnya hanya 260 ton.

Tingginya produksi sampah saat ini membuat Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir membuka ruang bagi siapa saja yang ingin membantu mengurai ratusan ton produksi limbah masyarakat itu. Bukan hanya itu, Sulkarnain juga mengajak seluruh elemen masyarakat termasuk mahasiswa untuk bersama-sama mengatasi masalah sampah di Kota Lulo.

Teranyar, Sulkarnain Kadir berkolaborasi dengan mahasiswa yang tengah melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilingkup Pemkot Kendari. Ia meminta mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat untuk bijak dan pandai mengelola sampah.

Wakil Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, SKM (podium) mengajak generasi muda berkontribusi terhadap pembangunan daerah di acara wisuda Poltiteknik Indotec Kendari

“Kami harap mahasiswa selain bisa menjadi agen perubahan di daerah juga bisa menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Saya minta mereka mengedukasi masyarakat untuk bisa mengelola sampah. Membedakan mana sampah basah (organik) dan sampah kering (anorganik),” kata Sulkarnain Kadir.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berpesan kepada mahasiswa agar senantiasa mengingatkan masyarakat untuk selalu membuang sampah tepat waktu. Adapun waktu membuang sampah sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Kendari nomor 4 tahun 2015 tentang pengelolaan sampah.

“Teman-teman mahasiswa bisa jadi pelopor tepat waktu dalam membuang sampah agar masyarakat bisa mencontoh. Waktu membuang sampah yang diatur dalam perda yakni dimulai dari pukul 18.00 sampai 05.00 Wita. Tidak boleh ada yang membuang sampah di pagi, siang, atau sore hari,” kata Sulkarnain Kadir.

Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Sultra ini berharap keterlibatan mahasiswa dalam penanganan sampah di Kota Lulo bisa berkontribusi dalam mewujudkan kebersihan dan keindahan kota. Selain itu, bisa turut andil dalam upaya mewujudkan visi daerah yakni menjadikan Kendari sebagai kota layak huni berbasis ekologi (lingkungan), teknologi, dan informasi. (b/ags)