Menjaga Kualitas Air Tanah

KENDARIPOS.CO.ID — Perhatian Pemerintah Kabupaten Konawe Utara (Pemkab Konut) terhadap pengelolaan air limbah domestik sangat tinggi. Hal itu sebagai wujud kepedulian akan kelestarian lingkungan hidup dan menjaga kualitas air tanah. Pemkab Konut dalam kendali Bupati Ruksamin ingin kepedulian lingkungan hidup punya payung hukum, maka digagaslah rancangan peraturan daerah (Raperda) pengelolaan air limbah domestik.

Nah, sebagai langkah awal membuat raperda, Pemkab Konut menggelar focus group discusion (FGD) tentang pendampingan penyusunan Raperda pengelolaan air limbah domestik. Pemkab Konut menggandeng Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sultra Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR

Sekda Kabupaten Konut, HM.Kasim Pagala (tengah) membuka focus group discussion (FGD) pendampingan penyusunan Raperda pengelolaan air limbah domestik Kabupaten Konut, Jumat (3/9)

Sekda Kabupaten Konut, HM Kasim Pagala mengatakan, pengelolaan air limbah domestik merupakan wewenang pemerintah daerah (Pemda) dalam rangka pelayanan umum yang harus dilaksanakan secara sinergi, berkelanjutan dan profesional. Muaranya agar tercipta terkendalinya pembuangan air limbah domestik, terlindunginya kualitas air tanah dan air permukaan serta meningkatkan upaya pelestarian fungsi lingkungan hidup.

“Pemda wajib mengelola air limbah domestik. Hal ini untuk melaksanakan ketentuan yang disebutkan dalam undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentng pemerintah daerah. Di mana pengelolaan air limbah domestik termasuk dalam urusan konkuren yang bersifat wajib dan merupakan pelayanan dasar,” kata Kasim Pagala saat membuka FGD, Jumat (3/9) kemarin.

Pemkab Konut, kata dia, memahami akan banyak muncul ragam pemahaman terkait pengelolaan air limbah domestik sesuai latar belakang ilmu dan pengalaman yang berbeda dalam FGD ini. Maka perlu dilakukan penyempurnaan teknis baik proses maupun substansi dalam memahami isi raperda.

“Mudah-mudahan apa yang disampaikan narasumber dalam FGD kedua ini bisa bermanfaat dan membuka wawasan peserta. Sehingga tujuan kegiatan ini dapat tercapai yaitu untuk mempersiapkan perwujudan pengelolaan sanitasi yang layak melalui suatu penetapan regulasi,” pungkas HM Kasim Pagala. (ali/b)

Pengelolaan Air Limbah Domestik Termasuk Urusan Konkuren