KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah pusat mengizinkan penyelenggaraan kegiatan berskala besar seperti resepsi pernikahan, pesta, festival, konferensi hingga konser musik meski pandemi Covid-19 belum usai. Pemkot dan Pemprov pun bersikap sama, namun dengan catatan, jangan abaikan protokol kesehatan (Prokes).

“Sudah diizinkan, tapi dalam pelaksanaannya maksimal hanya 50 persen dari kapasitasnya. Tidak boleh lebih. Itu untuk melindungi warga dari risiko penularan Covid-19. Kan saat ini masih pandemi,” kata Sulkarnain Kadir kepada Kendari Pos, Senin (27/9) kemarin.

Sulkarnain Kadir

Pemkot Kendari merelaksasi sejumlah kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat dimasa pandemi Covid saat ini. Upaya itu dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi daerah. Wali Kota Kendari, Sulkarnain Kadir mengatakan, relaksasi dilakukan mengingat penyebaran Covid mulai terkendali. Indikatornya bisa dilihat dari penurunan level PPKM, dari level 3 menjadi level 2.

“Daerah kita saat ini berada di level 2 PPKM. Itu artinya penyebaran Covid-19 di Kendari terkendali. Saya juga sudah keluarkan surat edaran tentang PPKM Level 2 dan pengendalian Covid-19. Ada beberapa pelonggaran. Kita relaksasi,” kata Sulkarnain Kadir.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini menyebut, beberapa kebijakan pembatasan kegiatan yang direlaksasi yakni pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah sudah bisa diselenggarakan, rumah makan, restoran, cafe, mall sudah diizinkan beroperasi seperti biasa.

Selanjutnya tempat ibadah dan pelaksanaan kegiatan diarea publik (tempat wisata, fasilitas umum dan aea publik lainnya) diizinkan buka. Serta pelaksanaan rapat, seminar, kegiatan olahraga, dan hajatan masyarakat (pesta) sudah dijinkan pelaksanaannya.

Terpisah, Wakil Gubernur Sultra, Lukman Abunawas mengatakan, izin penyelenggaraan kegiatan berskala besar ini merupakan turunan dari aturan pemerintah pusat. “Upaya ini dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan beberapa aspek khususnya bagi peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun tetap ingat harus tetapi aman dari Covid-19 dengan disiplin prokes,” ujarnya kepada Kendari Pos, kemarin.

Hanya saja, kata Lukman, izin itu untuk daerah dengan kasus Covid-19 yang mulai melandai. Kasus Covid-19 di Sultra menurun dengan adanya PPKM. “Di Sultra sendiri tinggal satu dua daerah level 3, sementara lainya level 2 dan level 1. Karena itu, meski pesta dan kegiatan berskala besar diizinkan namun saya meminta seluruh masyarakat tetap patuhi prokes karena itu yang paling utama dalam menekan pandemi Covid-19, “kata Ketua DPD PDIP Sultra itu.

Selain itu, untuk menekan angka penyebaran Covid-19, Lukman Abunawas mengajak seluruh masyarakat mengikuti vaksinasi. “Karena vaksin itu untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Olehnya itu mari kita sukseskan vaksinasi demi menjaga keluarga, teman dan menjaga daerah kita dari pandemi Covid-19,” pungkasnya.

Terpisah, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kota Kendari, dr.Algazali Amirullah tetap mengingatkan semua pihak untuk tetap menerapkan prokes dalam beraktivitas. Disis lain, Algazali meminta pemerintah untuk tetap menguatkan program 3T (Testing, Tracing, Treatment) sebagai bentuk pengendalian Covid-19. “Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat untuk mengawasi aktivitas mereka. Misalnya sebelum gelar hajatan, masyarakat wajib ditesting dengan swab untuk mencegah kluster penularan Covid-19,” kata Algazali.

Ia berharap, relakasi yang dilakukan pemerintah bisa mendorong percepatan pemulihan ekonomi daerah yang terdampak Covid-19 dan menggenjot capaian herd immunity melalui vaksinasi.
“Pemerintah harus aktif mengajak masyarakat mendapatkan vaksin. Karena herd immunity juga jadi penentu wilayah itu sudah bisa dikatakan bebas dari Covid-19 atau tidak. Kalau herd imunity minimal 70 persen itu bisa dicapai, saya yakin perekonomian kita akan semakin cepat membaik,” kata Algazali.

Cakupan vaksinasi di Kota Kendari sekira 57,29 persen atau sekira 151.907 dari 265.147 sasaran vaksinasi. Rinciannya, tenaga kesehatan (nakes) 5.576 orang, pelayan publik 42.832, lanjut usia 9.299, masyarakat umum dan rentan 70.015, remaja 24.185, dan vaksin gotong royong 286 orang.

Sebelumnya, Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan bahwa izin penyelenggaraan kegiatan berskala besar diberikan guna mempercepat pemulihan ekonomi serta mewadahi produktivitas masyarakat meski pandemi Covid-19 belum usai. Izin akan diberikan asal prokes dipatuhi.
“Mempertimbangkan perlunya kita mewadahi aktivitas masyarakat agar tetap produktif namun juga aman dari Covid-19, pemerintah kini dapat memberikan izin untuk mengadakan perhelatan dan pertemuan berskala besar yang melibatkan banyak orang, asalkan mematuhi pedoman penyelenggaraan yang telah ditetapkan,” kata Johnny lewat siaran pers.

Dia menegaskan izin penyelenggaraan kegiatan bakal diberikan selama kasus Covid-19 terkendali. Penyelenggaraan berbagai kegiatan juga harus didukung kesiapan sarana prasarana penunjang protokol kesehatan.

Sejauh ini, Kompetisi Sepak Bola Liga 1 dan 2 serta PON XX di Papua termasuk acara besar yang diberikan izin untuk diselenggarakan. Penyelenggara pun harus memperhitungkan kondisi kasus Covid-19 di daerah tempat kegiatan, potensi penularan selama kegiatan, durasi kegiatan, tata kelola ruangan, jumlah partisipan, serta kemungkinan peserta belum divaksinasi Covid-19. (ags/rah/b/net)

Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Mewadahi Produktivitas Masyarakat