-Kerjasama Replikasi Layanan Digital

KENDARIPOS.CO.ID — Layanan inovasi elektronik Pemkot Kendari dilirik Pemda Morowali. Saking minatnya, rombongan Pemda Morowali datang berguru di Kota Kendari. Mereka kepincut layanan Jaga Kendari (Jari) dan Elektronik Program Pencegahan Korupsi (e-Proksi). Dua layanan ini efektif mencegah perilaku korupsi serta Suap, Pungli, dan Gratifikasi (SPG)

Inspektur Kabupaten Morowali Afridin meniliai, aplikasi Jari dan e-Proksi sangat cocok diterapkan di pemerintahan. Pihaknya sendiri telah menyepakati kerja sama replikasi kedua aplikasi tersebut. “Kami tidak perlu malu untuk hal- hal yang baik. Kami perlu banyak belajar dari Kota Kendari, terutama beberapa aplikasi yang sudah di usulkan dan itu luar biasa menurut kami,” ungkapnya, saat menerima kunjungan tim Inspektorat Kendari.

Tim Inspektorat Kendari memberi pemahaman tentang layanan e-proksi.

Untuk Aplikasi Jari, bagus dalam rangka meningkatkan kinerja yang efektif dan efesien. “Aplikasi Jari luar biasa. Itu bentuk pengendalian yang cukup bagus dan kekinian. Jadi menurut saya, Jari itu kalau bisa menjadi salah satu aplikasi atau program yang dapat dijadikan sebagai referensi Inspektorat di tingkat Kabupaten/Kota dan provinsi bahkan kalau bisa lagi se – Indonesia,” kata Afridin.

Sementara untuk aplikasi e-Proksi lanjut dia, sangat baik untuk memantau kinerja pemerintahan. “Ini terus terang, kalau kita lihat sangat bagus. Apalagi terintegrasinya beberapa aplikasi lain dalam satu kesatuan dan tentunya itu akan mempermudah dalam melakukan pemantauan kinerja pemerintahan,” kata Afridin.

Dengan kesepakatan kerjasama yang baru saja terjaliN pihaknya dapat mereplikasi aplikasi secara total yang kemudian akan menerapkanya di Pemerintah Kabupaten Morowali.

Pada kesempatan yang sama, Inspektur Kota Kendari, Syarifuddin mengapresiasi kesiapan Pemda Morowali yang ingin mereplikasi aplikasi Jari dan e-Proksi. Menurutnya, upaya itu semakin memacu pihaknya untuk berinovasi menghadirkan sistem pengendalian dan pencegahan korupsi sabagai pengawas pemerintahan didaerah.

“Pemikiran dan gagasan serta pengalaman beliau (Inspektur Morowali Afridin) dalam bidang pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah termasuk pengelolaan keuangan daerah selama kurang lebih 20 tahun, dihadapkan dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, memberikan kami masukan dan semangat baru dalam mengembangkan diri dalam berinovasi,” kata Syarifuddin.

Syarifuddin tak menampik jika kedua aplikasi tersebut perlu penyempurnaan dan update secara berkala serta hal itu dapat dilakukan jika terus menerus digunakan, sehingga makin banyak yang menggunakan apalagi sampai me-replikasi, maka akan banyak pengembangan yang akan dilakukan.

“Pada prinsipnya kami terbuka dan menawarkan kepada teman sesama APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) khususnya Inspektorat Kabupaten Morowali, sekiranya aplikasi jari maupun e-Proksi ini dirasa cocok dengan kondisi penyelenggaraan pemerintahan dan dapat digunakan sebagai salah satu instrumen pengawasan internal, maka Kami siap mendukung untuk dilakukan replikasi atau bahkan full adopsi,” kata Syarifuddin. (b/ags)