KENDARIPOS.CO.ID–Panitia Seleksi Daerah (Panselda) perekrutan calon Aparatur Sipil Neg­ara (CASN) di Kabupaten Konawe Utara (Konut), mewajibkan peserta untuk melakukan tes swab antigen atau PCR. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir penularan corona virus (Covid-19), di otorita pemerin­tahan Bupati, Ruksamin.

“Itu sesuai rekomendasi Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Pusat. Vaksin dikhusus­kan bagi peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) di Pulau Jawa, Bali dan Madura. Kalau untuk di Konut, peserta hanya diwajibkan melaku­kan tes swab PCR atau swab anti­gen,” ujar Kepala Badan Kepega­waian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Moh. Nur Sain melalui Kasubdit Pengadaan, Heppy Aprianti, Jumat (3/9).

Dalam pelaksaan SKD nanti, penerapan protokol kesehatan (Prokes) menjadi bagian terpent­ing yang tak terpisahkan. Apalagi pelaksanaannya dilakukan masih di tengah pandemi Covid-19. Pem­berlakuan tersebut sebagai lang­kah pemerintah dalam menjaga keselamatan dan kesehatan para peserta seleksi.

“Yang jelas untuk seleksi CASN pelaksanaannya ha­rus menyesuaikan dengan protokol kesehatan dalam upaya pencegahan Covid-19. Untuk pelaksanaan tempat akan dilangsungkan di SMKN 1 Kend­ari,” sambungnya.

Heppy menjelas­kan, Panselda CASN masih menunggu kepastian dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) terkait jadwal yang diprediksi berlangsung pada akhir September hingga Ok­tober 2021. “Masih menunggu ini. Kalau sudah ada jadwal pasti, nanti kami infokan,” kata Heppy Arianti. Untuk CASN dari jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), Panselda belum mendapat­kan instruksi dari Kementerian ter­kait tempat pelaksanaan tes peserta dari jalur pendidikan.

“Sampai saat ini belum ada juga petunjuk yang diberi­kan pada BKPSDM maupun Dinas Pendidikan Kabu­paten. Arahan dari Kementerian Pen­didikan belum ada sama sekali,” kat­anya. Heppy merinci, jatah dari jalur PPPK untuk tenaga guru yang diberi­kan Pemerintah Pusat sebanyak 374 formasi, 123 untuk tenaga kesehatan dan 90 tenaga teknis. (c/min)