Ruksamin

–Besok, Pemkab Konut Gelar Musrenbang
KENDARIPOS.CO.ID– Bupati Konawe Utara (Konut) Ruksamin terus bergerak membangun daerah. Arah dan kebijakan pembangunan Konut sudah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sebagai langkah konkret pembangunan, Pemkab Konut menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Selasa (7/9) besok. Hal itu sesuai amanah Undang-Undang bahwa bupati dan wakil bupati terpilih diberi waktu paling lama 6 bulan untuk menetapkan RPJMD.

Dalam musrenbang, Bupati Konut Ruksamin menghadirkan tokoh-tokoh penting seperti Gubernur Sultra Ali Mazi, Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Akmal Malik, dan mantan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Misi sentral Bupati Ruksamin bersama wakilnya Abuhaera dalam penyusunan RPJMD periode 2021-2026 mengusung tema Konawe Utara Sejahtera dan Berdaya Saing (Konasara).

Bupati Konut Ruksamin mengatakan, RPJMD yang akan ditetapkan merupakan janji politik semasa kampanye pilkada 2020. Nantinya dituangkan dalam sebuah dokumen untuk ditetapkan. Proses penyusunan telah melalui konsultasi publik kepada masyarakat, pemangku kepentingan lintas kabupaten, provinsi, dan pihak kementerian.

“Saat konsultasi di kementerian melalui webinar, kami undang dan meminta kementerian koordinator untuk memfasilitasi, mengundang semua kementerian terkait. Kebetulan salah satu misi kami yaitu masalah kebencanaan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana,” kata Ruksamin kepada Kendari Pos, kemarin.

Substansi misi Konasara, kata dia, terbagi enam poin. Pertama, meningkatkan kualitas dan sumber daya manusia (SDM). Kedua, meningkatkan ketersediaan infrastruktur dasar dan sarana prasarana kawasan pemukiman. Ketiga, mewujudkan keadilan sosial dan nilai tambah pengelolaan sumber daya alam (SDA) guna meningkatkan daya saing ekonomi. Keempat, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel, mendorong reformasi birokrasi serta pelayanan publik yang prima. Kelima, meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana. “Terakhir, membangun peradaban masyarakat yang bertumpu pada nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan lokal,” ujar Ruksamin.

Periode pertama memimpin Konut, Bupati Ruksamin fokus pada kebutuhan dasar masyarakat seperti air, listrik, dan infrastruktur dasar. Periode kedua ini mengfokuskan pada enam poin di atas. Salah satu misalnya peningkatan potensi SDA seperti nikel. Terutama kesiapan pada tatanan regulasi dan persiapan menyongsong industri pertambangan ke depan.

“Potensi SDA harus dikelola dengan optimal untuk kemasalahatan bersama. Terutama pada serapan tenaga kerja lokal dan perihal lainnya. Yang intinya perputaran ekonomi harus berpusat di Konut,” papar Ruksamin.

Ketua DPW PBB Sultra itu menjelaskan, Konut merupakan kabupaten pertama di Indonesia yang mencanangkan misi ketahanan bencana dalam RPJMD. Salah satu alasan memasukan misi tersebut karena Konut rentan dengan bencana. Strategi yang akan ditempuh nantinya yaitu penguatan data informasi, dan literasi bencana. Penguatan sistem regulasi dan tata kelola bencana. Peningkatan sarana dan prasarana kebencanaan. Integrasi kerjasama kebijakan dan penataan ruang berbasis resiko bencana. Penguatan penanganan kedaruratan bencana, Pelaksanaan rehabilitasi daerah terdampak bencana dan penguatan sistem mitigasi.

“Berbicara agar tidak terjadi bencana, yakni agaiamna mengatasinya. Kemudian jika terjadi bencana bagaiamana sikap pemerintah. Bagaimana menghadapi masyarakat. Dan bagaimana upaya stelah terjadi bencana. Inilah yang coba kita lakukan sehingga dirangkum dalam satu misi tadi,” tandasnya. (ali/b)