Camat Kendari Bertekad Membangkitkan Ekonomi


KENDARIPOS.CO.ID — Kawasan Kota Lama secara adminsitratif masuk dalam wilayah Kecamatan Kendari. Tak sedikit jejak peninggalan situs sejarah dan cagar budaya tersimpan di sana. Camat Kendari, Laode Muhamad Maluadi Poto itu mengatakan peninggalan sejarah dan cagar budaya di Kecamatan Kendari mesti dilestarikan sehingga dapat menjadi sebagai salah satu destinasi wisata sejarah.

Laode Muhamad Maluadi Poto kini gencar memoles wilayahnya dan merawat situs-situs agar menjadi tujuan wisata sekaligus menjadi media pembelajaran akan sejarah oleh generasi yang akan datang. “Beberapa cagar budaya yang kita lestarikan yakni meriam, PDAM pertama, rumah sakit pertama, termasuk gua-gua. Kendati geliat perkembangan dan pembangunan Kota Kendari berjalan namun sejarah Kota Kendari tak boleh terlupakan dan harus digali kembali,” ujar saat tampil sebagai narasumber di kanal youtube Kendari Pos Channel, Rabu (22/90 kemarin.

Direktur Kendari Pos La Ode Diada Nebansi (kiri), Wakil Direktur Keuangan, Personalia
dan Umum Kendari Pos Agus Tranhadi (kanan), Camat Kendari La Ode Muhammad Maluadi Poto (tengah,
foto bersama usai mengisi podcast di kanal youtube Kendari Pos Channel, di Graha Pena Kendari Pos, Rabu (22/9).

Muhamad Maluadi yang menjabat Camat Kendari sejak 2019 bertekad “menyulap” wilayah Kota Lama sebagai
kota sejarah. Dia meyakini apabila Kota Lama menjadi destinasi wisata sejarah maka akan berkontribusi dalam membangkitkan ekonomi masyarakat. Sebab, kunjungan wisatawan dapat dimanfaatkan masyarakat Kecamatan Kendari dengan menjajakan beragam souvenir, kuliner tradisional dan beragam kerajinan tangan. Semua itu bernilai ekonomi dan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi wisata.

“Tentunya itu bukan bukan saja harapan saya semata namun harapan seluruh masyarakat di Kecamatan Kendari. Terlebih lagi Kecamatan Kendari sangat potensial dalam aspek pembangunan. Saya melihat peluang saat ini amat besar untuk meningkatkan sektor-sektor ekonomi di Kecamatan Kendari. Tinggal kita menjemput peluang itu dengan menggandeng UMKM. Karenanya aspek koordinasi seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam membangun wilayah,”beber Muhamad Maluadi.

Menurutnya, koordinasi bukan saja dalam membangun wilayah dan meningkatkan sektor ekonomi, namun koordinasi dalam menjaga Kecamatan Kendari tetap aman dan nyaman. Jauh dari segala bentuk potensi konflik.
“Koordinasi antar lurah, ketua RT dan ketua RW kami dapat menciptakan daerah yang kondusif dan Kamtibmas di Kecamatan Kendari. Setiap ada masalah, kita langsung tuntaskan saat itu juga,” ungkap Muhamad Maluadi.

Kecamatan Kendari berkontribusi dalam pembangunan Kota Kendari. Di daerah itu, jembatan Teluk Kendari berdiri. Begitu pula pembangunan jalan wisata Kendari-Toronipa melintasi Kecamatan Kendari. Muhamad Maluadi menegaskan program kerja yang digencarkannya merujuk pada visi misi Wali Kota Kendari yakni mewujudkan kota layak huni berbasis ekologi, informasi dan teknologi.

“Alhamdulillah, dengan pekerjaan Jembatan Teluk Kendari dan jalan wisata Kendari-Toronipa membawa dampak besar bagi masyarakat. Ke depan kita bakal tumbuhkan sektor ekonomi dengan melibatkan UMKM,” tutup Muhamad Maluadi. (rah/c)