Bupati Buton,Mengembalikan Kejayaan Islam di Tanah Wolio

KENDARIPOS.CO.ID — Tanah Wolio pernah menjadi pusat peradaban Islam di Bumi Anoa. Bentuk pemerintahan Kesultanan Buton yang megah menjadi buktinya. Perkembangan zaman mulai menggerus nilai-nilai keislaman.
Bupati Buton La Bakry tak menampik fenomena tersebut.

Bupati Buton, La Bakry melakukan berbagai upaya untuk mengembalikan kejayaan Islam di otoritanya. Mulai dari memakmurkan masjid hingga mendorong terciptanya lebih banyak lagi hafiz Quran.
Salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton untuk memakmurkan masjid, ditunjukkan dengan memberikan bantuan pada rumah ibadah tersebut.

Bupati Buton La Bakry (kanan) saat mewisuda santri di Wabula, baru-baru ini. Bupati La Bakry bertekad mengembalikan kejayaan Islam di Tanah Wolio

Bupati Buton, La Bakry tak sungkan membantu pembangunan masjid. Baru-baru ini, La Bakry menyerahkan bantuan pembangunan masjid yang diterima pengurus masjid masing-masing. Nominalnya bervariasi, minimal 50 juta. “Semoga bantuan itu bisa bermanfaat untuk pengembangan masjid. Siapa tahu ada yang mau direhab, diselesaikan atau ditambah bangunannya. Silahkan dimanfaatkan sebaik mungkin,” kata La Bakry, kemarin.

Ia menambahkan, tentu masih ada banyak Rumah Allah di Kabupaten Buton yang perlu bantuan. Hanya saja kemampuan daerah hanya mengalokasikan bantuan sekira Rp900 juta untuk tahun ini. “Kita sama-sama berharap tahun depan kekuatan APBD kita semakin baik dan (bantuan) dianggarkan lagi,” ungkap Bupati La Bakry.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Buton, H.Mansur mengapresiasi partisipasi dan support Pemkab Buton dalam setiap giat keagamaan yang digelar institusinya. Menurut Mansur, kemitraan antara Pemkab Buton dan Kemenag Buton sejauh ini terjalin sangat baik. Bahkan dalam setiap agenda Kemenag, Bupati Buton La Bakry tak pernah absen untuk memberikan dukungan dan arahan.

Melalui Gerakan Masyarakat Muslim Cinta Alquran (Gema Imtaq) misalnya, Bupati La Bakry menyambut baik giat tersebut. Bahkan sudah menggelar Musabaqoh Tilawatil Quran yang pertama tingkat Kabupaten Buton. “Ada komitmen yang sama Kemenag bersama Pemda Buton yakni membangun masyarakat yang kuat dan sehat, bukan hanya disisi ekonomi, tetapi dari sisi jasmani dan rohani juga. Semoga adanya program Gema Imtaq bisa mendorong semangat para pemuda dan remaja semakin giat mempelajari Alquran,” kata Mansur.

Pemkab Buton juga kata dia mendorong gerakan wakaf Quran oleh pegawai dan masyarakat Buton. Dengan tersedianya banyak Alquran maka tiap TPA bisa memiliki bacaan yang cukup. “Kami juga mendorong semua TPA dibina oleh penyuluh-penyuluh kita, seperti wisuda santri di kecamatan Wabula,” tuturnya. (lyn/b)

Gerakan Masyarakat Muslim Cinta Alquran