Mahasiswa KKN Tematik UHO Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Bokori – Kendari Pos
Edukasi

Mahasiswa KKN Tematik UHO Rehabilitasi Terumbu Karang di Perairan Bokori

Tampak salah satu nelayan memasang rangka besi yang menyerupai jaring laba-laba atau spider Web untuk transplantasi terumbu karang di perairan Pulau Bokori, beberapa waktu lalu.


KENDARIPOS.CO.ID– Terumbu karang berperan sebagai habitat dan sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup di laut. Saat ini, sudah lebih dari 30 persen terumbu karang Indonesia yang mengalami kerusakan.

Banyak faktor yang menyebabkan degradasi ekosistem terumbu karang baik faktor lingkungan maupun aktivitas manusia. Sebagai negara yang menjadi pusat segitiga terumbu karang dunia, sudah sepatutnya negeri ini melakukan upaya pelestarian dan pengelolaan yang tepat agar kelestarian terumbu karangnya.

Tim dosen dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Halu Oleo (UHO) sadar akan hal tersebut. Mereka  bersama-sama dengan Kelompok Nelayan Miara Sama Mandiri melaksanakan kegiatan rehabilitasi karang di perairan Pulau Bokori sebagai upaya konkrit pelestarian ekosistem terumbu karang.

Ketua tim Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Prof. Dr. Muhammad Zamrun Firihu, S.Si., M.Si., M.Sc., mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk upaya pelestarian lingkungan laut melalui transplantasi karang sekaligus memberikan suatu penyadartahuan bagi masyarakat sekitar sebagai bentuk pengelolaan yang berkelanjutan.

“Ya, program ini tidak saja sekadar melestarikan terumbu karang, tapi juga bagaimana mengubah sikap, perilaku, dan cara pandang kita dalam menjaga ekosistem laut”, ungkap Prof Zamrun, kemarin.

Secara teknis, kegiatan transplantasi yang dilakukan oleh tim KKN Tematik UHO itu menggunakan metode rangka besi yang menyerupai jaring laba-laba atau spider web. Metode ini umumnya digunakan untuk merehabilitasi kerusakan terumbu karang pada area yang luas.

Tak kurang 26 unit spider web diturunkan ke lokasi rehabilitasi dengan total 494 fragmen karang berhasil dibibitkan.
Turut serta dalam kegiatan tersebut Kelompok Nelayan Miara Sama Mandiri. Ketua kelompok, Naing, mengatakan bahwa kegiatan pelestarian ekosistem karang seperti ini sangat dibutuhkan agar kondisi karang di sekitar Pulau Bokori dapat segera pulih.

“Daerah kami merupakan destinasi wisata, jika karangnya bagus, maka akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang kesini” ungkapnya.

Pulau Bokori merupakan tujuan wisata andalan yang banyak diminati wisatawan baik lokal maupun luar daerah. Dengan pulihnya kondisi terumbu karang  maka akan memberikan manfaat tidak saja secara ekologis, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata bawah air sehingga nantinya juga akan berimplikasi kepada peningkatan aspek perekonomian masyarakat sekitar.

Program pengabdian dosen terintegrasi KKN Tematik UHO 2021 ini adalah bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk kegiatan konservasi lingkungan tentu saja menjadi salah satu prioritas lembaga pendidikan tinggi sebagai bentuk implementasi praktis keilmuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. (uli/b)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Most Popular

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top
error: Silahkan hubungi admin jika ingin mengcopy