KENDARIPOS.CO.ID — Program pengabdian kepada masyarakat terintegrasi KKN Tematik 2021 di desa Lambuea, Konawe Selatan sudah berakhir.

Salah satu program yang dirasakan sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat adalah diperkenalkannya mesin pencacah nilam oleh mahasiswa. Pasalnya, keberadaan mesin ini membawa efisiensi dari segi waktu dan tenaga para petani nilam.

Mahasiswa KKN sedang memberikan contoh penggunaan mesin pencacah nilam

Selain itu tehnologi ini mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan alat potong tradisional. “Dengan adanya mesin pencacah ini, saya harap dapat meningkatkan kualitas nilam dari para petani,” kata Kepala Desa Lambuea, Juslan Sabara, yang sangat antusias dengan hadirnya tekhnologi tersebut.

Salah seorang Petani Nilam setempat, Usman, berterima kasih atas bimbingan mahasiswa selama KKN. Menurutnya keberadaan mesin pencacah nilam ini sangat dibutuhkan para petani nilam, termasuk dirinya. “Lagi pula mesin pencacah nilam ini baru pertama kali, padahal desa ini merupakan salah satu penghasil nilam terbesar di Konsel. Jagi sangat membantu sekali masyarakat penghasil nilam,” paparnya.

Ketua Tim KKN Tematik desa Lambuea, Dr. La Ode Anto, S.E., M.Si., berharap mesin pencacah nilam ini dapat membantu masyarakat setempat. “Semoga keberadaan mesin ini bisa memberikan nilai tambah, serta meningkatkan kesejahteraan para petani nilam,” pugkasnya. (lis)