Dalam Penggunaan Frekuensi Radio Maritim

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Komunikasi & Informatika Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio melakukan penertiban spektrum frekuensi maritim. Sasaran kegiatan ini adalah para nelayan dan kapal niaga pengguna frekuensi radio di Kendari. Kegiatan yang berlangsung pada 30 /8- 3/9/2021 ini berhasil mengedukasi nelayan agar memiliki izin frekuensi.

Kepala Loka Monitor SFR Kendari, Edi Mulyono, S.Kom,MM,menjelaskan, kegiatan ini dilakukan karena adanya temuan gangguan frekuensi radio pada komunikasi penerbangan yang menggunakan frekuensi HF . Penyebabnya diindikasikan adalah nelayan yang tidak paham penggunaan frekuensi dan tidak mempunyai izin station Radio Marine. “Dari kegiatan ini target utama menertibkan penggunaan frekuensi.Ke dua mengurangi gangguan frekuensi penerbangan pada pesawat terbang,” terangnya.

Kegiatan penertiban pengguna frekuensi radio maritim, oleh Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio
Kendari, kepada para nelayan.

Dalam kegiatan ini sebanyak 102 kapal nelayan maupun kapal niaga langsung mengurus izin dengan melengkapi berkas perizinan secara gratis.”Kami terus akan mengedukasi para nelayan agar mereka paham kapasitas penggunaan frekuensi radio yang tepat dan efektif.Termasuk izin frekuensi kemaritiman yang aman sesuai ketentuan,” paparnya.

Pihak Loka Monitor juga akan terus memantau masyarakat pengguna frekuensi radio untuk mentaati undang undang No 36 tahun 1999 Tentang Telekomunikasi. Kegiatan ini mendapat sambutan dari para nelayan. Kegiatan ini tentunya memudahkan mereka untuk memiliki izin frekuensi radio.”Kalau dulu juga dianjurkan memilki izin, tapi membayar sendiri.Kalau saat ini gratis, jadi kami sangat terbantu,” terang Yusran salah seorang nelayan. Penertiban ini, juga melibatkan korwas PPNS Polda Sultra, POLAIRUD, POM TNI AL, PPS Samudra Kendari, Distrik Navigasi Kendari, PSDKP, dan Basarnas. (adv)